Para pesohor dengan riwayat kanker sepanjang 2019

id kanker,kanker paru,kanker prostat,leukemia,kanker kelenjar getah bening,kanker pesohor

Ilustrasi pita merah muda, sebagai simbol untuk waspada pada kanker payudara. (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Kanker menjadi salah satu momok bagi orang-orang di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir karena berisiko menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat penyakit ini bertanggung jawab pada sekitar 9,6 juta orang meninggal dunia di seluruh dunia pada 2018.

Dari kalangan pesohor saja, tercatat sudah ada sejumlah orang yang kehilangan nyawa setelah berjuang melawan penyakit yang bisa mengganggu fungsi berbagai bagian tubuh itu. Sementara sebagian lainnya masih bertahan melalui pengobatan.

Berikut ulasan singkatnya:

1. Rene Auberjuois dan Sutopo Purwo Nugroho - Kanker paru

Aktor Rene Auberjonois dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho diketahui terkena kanker paru yang berujung membuat mereka meninggal dunia.

Rene yang dikenal melalui serial televisi "Star Trek: Deep Space Nine" meninggal dunia pada 8 Desember 2019 dalam usia 79 tahun. Sementara Sutopo yang mengidap kanker paru stadium IV-B pada 17 Januari 2018, menghembuskan nafas terakhirnya pada Juli 2019 setelah menjalani serangkaian pengobatan.

Baca juga: BNPB: Sutopo jadi teladan dalam melayani publik

Dari sisi gejala, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Dharmais, dr. Evlina Suzanna mengatakan, batuk dan sakit kepala menjadi gejala yang sering dijumpai pada penderita kanker paru.

Batuk yang mengarah pada keganasan biasanya terjadi hingga delapan minggu, kata dokter spesialis paru dari RSPAD Gatot Soeobroto, Brigjen TNI dr. Alex Ginting.

Mengenai penyebab umum kanker ini, dokter spesialis paru, dr. Sita Laksmi Andarini dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyebutkan, kebiasaan merokok, kondisi lingkungan kerja misalnya di pabrik tambang, semen dan keramik bisa menjadi penyebab munculnya kanker paru.

Untuk mengurangi risiko terkena kanker ini, dia mengajurkan orang-orang menerapkan prinsip gaya hidup sehat, termasuk berolahraga 30 menit per hari demi kesehatan paru-paru.

Selain itu, studi dalam jurnal JAMA Oncology pada 2019 ini memperlihatkan, konsumsi lebih banyak serat dan yogurt juga bisa membantu mengurangi risiko terserang kanker paru.
2. Vidi Aldiano - kanker ginjal
Tangkapan layar Instagram TV dari akun Vidi Aldiano. Vidi mengungkapkan bahwa dia tengah mengidap kanker di ginjal sebelah kirinya. (InstagramTV/@vidialdiano)

Nama kanker ginjal belakangan mencuat, setelah penyanyi Vidi Aldiano mengungkapkan terkena jenis kanker ini dan menjalani pengobatan di Singapura.

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan, kanker ginjal sulit terdeteksi namun bisa dikenali dari beberapa gejalanya, seperti urin yang keruh dan bila diperiksa lebih lanjut ada sel darah merah dalam urin itu. Akibatnya, pasien bisa mengalami pucat.

Gejala lainnya, sakit pinggang, ada benjolan pada perut tengah kanan atau kiri. Menurut Ari, serangkaian pemeriksaan diperlukan untuk memastikan ada tidaknya kanker, antara lain USG dan CT scan.

Baca juga: Kanker ginjal yang diidap Vidi Aldiano bisa dikenali gejala awalnya

3. Ria Irawan dan Ustadz Arifin Ilham - kanker kelenjar getah bening

Selebritas Ria Irawan dan Ustadz Arifin Ilham mengidap kanker kelenjar getah bening. Ria yang mengidap kanker kelenjar getah bening stadium empat sempat dinyatakan masuk masa remisi. Namun pada September 2019 lalu, kanker kembali muncul dan membuat Ria harus dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM. Perlahan kondisi Ria membaik.

Hal berbeda terjadi pada Arifin Ilham. Setelah menjalani pengobatan di Penang, Malaysia, dia meninggal dunia pada 22 Mei 2019.

Baca juga: Kondisi Ria Irawan membaik pada hari keempat perawatan

Baca juga: Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia di Penang


Mengenai gejala, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, dr. Andhika Rachman mengatakan, benjolan atau pembengkakan organ limfatik di daerah seperti leher, ketiak atau pangkal paha dan biasanya tidak terasa nyeri bisa menjadi pertanda yang perlu diwaspadai.

Selain itu, waspadai penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab selama enam bulan.

Gejala lain kanker kelenjar getah bening, gatal-gatal, lelah berlebihan, mudah berkeringat pada malam hari, kurang berenergi, kehilangan nafsu makan, batuk berkepanjangan dan pembesaran limpa atau hati.

Pemeriksaan fisik pada organ yang bengkak, pemeriksaan darah bisa menegakkan diagnosis seseorang terkena kanker limfoma.
4. Robert Foster dan Agung Hercules - kanker otak
Agung Hercules (Instagram/@agunghercules88)

Aktor Robert Foster dan komedian Agung Hercules diketahui sama-sama menderita kanker otak, yang merenggut nyawa mereka. Foster meninggal dunia dalam usia 78 tahun pada 12 Oktober 2019, sementara Agung menghembuskan nafas terakhirnya pada 1 Agustus 2019.

Dokter spesialis bedah saraf, dr. Made Agus M. Inggas menuturkan, gejala kanker otak sering sulit dikenali dan kadang bisa menyerupai gejala maag, sakit kepala, mual dan muntah.

Menurut dia, sebaiknya waspadailah sakit kepala yang terus menerus terjadi, sulit sembuh dan semakin progresif.

Pemeriksaan MRI, dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh rutin bisa membantu mendeteksi kanker otak.

Baca juga: Berat badan turun, risiko kena kanker payudara lebih rendah

Baca juga: Mewarnai rambut bisa tingkatkan risiko kanker payudara


5. Arswendo Atmowiloto - kanker prostat

Kanker prostat salah satunya dialami Arswendo yang meninggal dunia pada 19 Juli 2019, setelah menjalani operasi untuk memulihkan keadaannya.

Dari sisi gejala, ahli urologi dari RSCM dr. Agus Rizal Ardy Hariandy mengatakan kanker prostat biasanya memunculkan gejala saat sudah memasuki stadium lanjut.

Untuk itu, dia menyarankan para pria terutama yang berusia di atas 45 tahun, memiliki riwayat kanker prostat dan mengalami keluhan berkemih melakukan deteksi dini.

Mengenai penyebab, sementara ini para ahli kesehatan belum mengetahuinya.

Baca juga: Arswendo butuh kegembiraan orang-orang di sekitarnya

6. Ani Yudhoyono - leukemia
Ani Yudhoyono tengah dirawat di rumah sakit di Singapura. (Dok. Twitter Andi Arief) (Dok. Twitter Andi Arief/)

Leukemia salah satunya diderita Ibu Negara Republik Indonesia Periode 2004-2014, Ani Yudhoyono. Ibu Ani meninggal dunia pada 1 Juni 2019 setelah menjalani perawatan intensif di Singapura.

Ahli kesehatan mengatakan, salah satu jenis kanker darah ini menyerang sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah putih menjadi abnormal dan terlampau cepat. Akibatnya, sel darah putih yang abnormal merusak sumsum tulang belakang.

Penyebab leukemia beragam, mulai dari genetik, paparan zat karsinogen seperti polusi udara, rokok dan makanan yang bercampur bahan kimia berbahaya dan radiasi zat kimia.

Gejala yang biasanya penderita rasakan antara lain, pembesaran limpa, memar tiba-tiba, gusi bengkak dan berdarah, lalu kelelahan terus menerus, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa sebab, berkeringat di malam hari dan sering mengalami infeksi.

Baca juga: Ani Yudhoyono di mata orang terdekat

Baca juga: Aktor "Star Trek" Rene Auberjonois meninggal karena kanker paru-paru

 

Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar