berdasarkan hasil rapat tentang kelanjutan pengembangan KEK TAA di Sekretariat Dewan Nasional pada 6 Desember 2019 akhirnya Pemprov Sumsel menunjuk PT Tri Patria sebagai pengelola kawasan.
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengundang investor untuk menanamkan modal di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin yang dalam waktu dekat memasuki masa persiapan pembangunan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel Megaria di Palembang, Selasa, mengatakan, berdasarkan hasil rapat tentang kelanjutan pengembangan KEK TAA di Sekretariat Dewan Nasional pada 6 Desember 2019 akhirnya Pemprov Sumsel menunjuk PT Tri Patria sebagai pengelola kawasan.

Selain itu, pemprov akan mengajukan revisi rencana pembangunan KEK yang sebelumnya telah tertuang dalam PP Nomor 51 Tahun 2014.

“Tahun ini, kami akan ajukan revisi karena pemprov baru menyelesaikan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), dan ke depan akan menyelesaikan amdal,” kata dia.

Baca juga: Pemprov Sumsel gaungkan investasi di KEK Tanjung Api-Api

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan PT Tri Patria ditunjuk sebagai pengelola karena sebelumnya menjadi pengusul pembangunan kawasan tersebut.

Pada pemerintahan gubernur sebelumnya, KEK TAA dikelola oleh beberapa perusahaan dalam wadah konsorsium.

“Tetapi ini tetap melibatkan dan menggandeng BUMD yang ada di daerah. Dalam hal ini PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) sebagai BUMD milik Sumsel, dan PT Sei Sembilang sebagai BUMD milik Kabupaten Banyuasin, " kata dia.

Ia mengatakan penunjukan PT Tri Patria segera disahkan gubernur sehingga dapat bekerja sama dengan PT SMS dan PT Sei Sembilang dalam pembangunan KEK TAA.

Baca juga: Empat investor siap tanam modal puluhan triliun rupiah di Batam

Fokus utama dari perusahaan ini yakni membangun sarana dan prasarana seperti infrastruktur gas, air, listrik, dan limbah.

"Surat penunjukan itu kami tembuskan ke Menko Perekonomian," tambahnya.
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2020