161 motor kena tilang elektronik pada hari pertama

id tilang elektronik,e-tle,polda metro

Personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menggelar sosialisasi pemberlakuan tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) untuk kendaraan roda dua di simpang Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. (ANTARA/Fianda Rassat)

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkapkan, sebanyak 161 pengendara sepeda motor terkena tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE karena melakukan pelanggaran pada hari pertama penindakan pada Senin, 3 Februari 2020.

"Jumlah pelanggaran sepeda motor sepeda motor sejumlah 161 pelanggaran," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Fahri Siregar saat dikonfirmasi, Selasa.

Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi yaitu menerobos jalur busway sebanyak 91 pelanggaran.

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Jaya gelar sosialisasi ETLE roda dua

Pelanggaran sepeda motor yang paling banyak terjadi di jalur busway di Halte Duren Tiga koridor 6 TransJakarta dengan jumlah pelanggaran sejumlah 54 pelanggaran terdiri dari 53 pelanggaran sepeda motor melintas jalur busway dan satu pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm.

Angka tersebut mengalami sedikit penurunan dibanding hari kedua penerapan pada Minggu 2 Februari.

Pelanggaran pada 1-2 Februari, petugas hanya menindak dengan teguran, sedangkan pada 3 Februari baru dengan bukti pelanggaran (tilang).

Dia mengatakan jumlah pelanggaran sedikit berkurang dari data sehari sebelumnya pada 2 Februari, dengan jumlah pelanggar 180 orang.

"Jumlah pelanggaran yang tertangkap kamera pada 3 Februari 2020 dibandingkan dengan  2 Februari 2020 mengalami penurunan sejumlah 13 pelanggaran," ujarnya.

Baca juga: Polda Metro tambah 45 kamera ETLE di seluruh Jakarta pada Februari

Tilang elektronik untuk kendaraan roda dua dan roda empat mempunyai prosedur yang sama. Mulai dari tertangkap kamera hingga pemblokiran STNK.

Kendaraan yang terkena pemblokiran STNK tidak akan bisa melakukan pembayaran pajak, pindah alamat dan sebagainya. Pelanggar harus membayar denda tilang dulu sesuai pelanggaran yang dibuat.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar