Polisi pastikan nenek tewas terbakar akibat korsleting listrik

id nenek tewas terbakar, kebakaran tulungagung,nenek terbakar

Petugas mengevakuasi korban nenek yang terpanggang bersama kasurnya yang terbakar diduga akibat korsleting listrik di Desa Pakel, Tulungagung, Jumat (14/2) (Ist)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Polisi memastikan insiden kebakaran yang menewaskan seorang nenek Paitun (79) di Desa Pakel, Tulungagung, Jawa Timur murni kecelakaan akibat korsleting (arus pendek) listrik pada jaringan kabel yang memicu munculnya api di ranjang korban.

Kejadian diperkirakan terjadi pada Jumat pagi, sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, menurut keterangan Kepala Desa Pakel Kasnur, korban masih terlelap tidur saat korsleting listrik terjadi yang memicu kebakaran di area kasur yang di tiduri.

"Anak korban yang ada di sebelah rumah baru sadar setelah mendengar ada teriakan minta tolong dari arah kamar korban," tuturnya.

Warga yang mendengar atau mengetahui kejadian itu juga segera datang untuk memberikan pertolongan.

Korban Paitun yang mengalami luka bakar serius di area wajah dan tubuh sempat dievakuasi, setelah api yang melalap kasur dan dipan korban dipadamkan menggunakan air.

Namun karena kondisi luka bakar Paitun cukup parah, nenek tua ini akhirnya meregang nyawa.

"Korban tewas dengan kondisi luka bakar serius di bagian wajah," kata Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo.

Kata Puji, dugaan kebakaran akibat korsleting listrik mengacu hasil olah TKP kebakaran di kasur korban.

Polisi menemukan jejak kabel berserak. Dekat dipan korban juga terdapat televisi dan perangkat masak listrik (magic jar).

Polisi sempat berkeinginan meminta proses visum terhadap tubuh korban. Namun pihak keluarga melarangnya, dan memilih langsung dimakamkan ke tempat pemakaman umum desa. 

Baca juga: Mengenaskan, seorang nenek tewas terbakar saat tidur lelap

Baca juga: Seorang nenek tewas di dalam rumah terbakar

Baca juga: Nenek dan cucu tewas akibat ruko terbakar


 

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar