ACT target salurkan air minum wakaf ke semua masjid di Kota Palu

id Palu,Pasigala ,Sulteng ,ACT,ACT Sulteng

Salah satu relawan ACT Sulteng memperlihatkan air minum wakaf gratis yang dikemas dalam botol di Kantor ACT Sulteng di Palu, Jumat (14/2). ANTARA/HO-Humas ACT Sulteng.

Palu (ANTARA) - Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (Global Wakaf-ACT) Sulawesi Tengah menargetkan penyaluran air minum wakaf gratis untuk semua masjid di Kota Palu dalam waktu dekat.

Masjid pertama yang menjadi lokasi distribusi air minum wakaf gratis itu, yakni Masjid Raya Baiturrahim di Kelurahan Lolu, Kecamatan Palu Timur.

Di masjid tersebut ACT mendistribusikan 60 liter air minum gratis yang dikemas dalam galon air.

“Sejak shalat subuh tadi hingga shalat Jumat hari ini kami telah menyiapkan air minum wakaf gratis kepada para Jamaah Masjid Raya Baiturrahim. Alhamdulillah para jamaah sangat mengapresiasi program ACT ini,”kata penanggung jawab Tim Partnership ACT Sulteng, Rustam.

Rustam mengatakan air minum wakaf itu baru pertama kali disalurkan oleh ACT Sulteng. Namun sejumlah cabang ACT di Indonesia telah lebih dulu melakukan program tersebut.

Baca juga: ACT salurkan air minum wakaf perdana untuk masjid di Makassar

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengatakan air minum merupakan kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, air minum wakaf gratis tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh air minum secara gratis tanpa dibeli.

“Air minum wakaf ini tidak untuk diperjualbelikan namun diberikan secara gratis untuk membantu masyarakat dan jamaah masjid,”ujarnya.

Ia menambahkan program tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat bahwa wakaf bukan hanya berupa tanah atau bangunan.

"Tetapi juga berbentuk tunai yang bisa dibuat produktif sehingga menghasilkan produk seperti air minum wakaf ini. Ke depannya tidak hanya di masjid, program ini juga akan menyasar warga prasejahtera," ujarnya.

Baca juga: Program Wakaf Air Minum diluncurkan ACT di Purwokerto


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar