Timnas balap sepeda butuh ikuti lebih banyak kejuaraan internasional

id Balap Sepeda,BMX,Jakarta International BMX,tony syarifudin,bagus saputra

Pembalap asal Latvia Vineta Peterson (kedua kiri) memacu sepedanya dalam nomor elite women kejuaraan Jakarta International BMX #1 di Sirkuit Jakarta International BMX Pulomas, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pd. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional balap sepeda Indonesia membutuhkan mengikuti lebih banyak kejuaraan internasional untuk menambah pengalaman bertanding dengan pebalap profesional.

Pebalap disiplin BMX Toni Syarifudin mengatakan bahwa yang membedakan tim Indonesia dengan para pebalap Eropa misalnya, adalah intensitas tampil di berbagai kejuaraan yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas penampilan para atlet.

"Dari segi teknik masih kurang karena baru tahun ini banyak balapan dibandingkan pebalap Eropa yang hampir setiap minggu (berkompetisi), jadi pengalaman balapan kita memang masih kurang," kata Toni di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Indonesia kembali gagal raih gelar di Jakarta International BMX 2020

Para pebalap Indonesia kembali gagal meraih gelar juara di dua seri beruntun pada ajang Jakarta International BMX yang digelar di Sirkuit BMX Pulomas, Sabtu (15/2) dan Minggu (16/2).

Pada kejuaraan yang merupakan salah satu ajang pengumpulan poin Olimpiade 2020 Tokyo itu, para juara di dua seri justru didominasi oleh pebalap Latvia, Venezuela, dan Kanada.

Sementara pebalap Indonesia yang turun di kejuaraan tersebut, yaitu I Gusti Bagus Saputra dan Toni Syarifudin tak mampu bicara banyak setelah masing-masing dari hanya mampu finis di urutan keenam dan ketujuh dari total delapan finalis.

Baca juga: Pebalap Indonesia gagal bersinar di Jakarta International BMX 2020

Kegagalan tersebut, menurut Toni, disebabkan oleh kurangnya para pebalap Indonesia mengikuti kejuaraan internasional sehingga kemampuan tekniknya pun berbeda jauh jika dibandingkan dengan pebalap luar negeri.

"Mereka unggul di tekniknya karena mereka sering balapan. Mereka punya skill trace land, seperti manual, jumping dan cornering ketika belok. Kita masih kurang," ucapnya.

"Ya kita harus sering balapan. Di Indonesia sendiri bibitnya sudah bagus. Juniornya sudah lebih bagus daripada tim Jepang. Jadi dengan adanya kejuaraan seperti ini memberi pengaruh besar," katanya menambahkan.

Baca juga: Bagus Saputra jaga asa menuju Olimpiade 2020 usai juarai Kejurnas BMX

Hal serupa juga disampaikan oleh pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia Dadang Haris Purnomo. Jakarta International BMX 2020 yang merupakan turnamen pertama balap sepeda internasional di Indonesia bagaimanapun adalah salah satu faktor penting dalam regenerasi atlet di Tanah Air.

"Di hari kedua ini, posisi pebalap Indonesia berada di posisi ke-6, ke-7, dan ke-8. Tapi segi positifnya adalah sering banyaknya event internasional di Indonesia khususnya, akan memacu para penerus Rio (Akbar) dan Bagus," kata Dadang.

Baca juga: Usai kecelakaan, Bagus Saputra tancap gas kejar poin Olimpiade 2020

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar