Pertagas siapkan uji coba komersial jaringan pipa gas Gresik-Semarang

id Pertagas,gresik-semarang

Karyawan memeriksa instalasi jaringan pipa gas di kawasan Onshore Receiving Facility (ORF) atau fasilitas penerimaan gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019). Fasilitas penerimaan gas berkapasitas sekitar 500 mmscfd itu merupakan bagian dari proyek pipa transmisi gas Gresik-Semarang sepanjang 270 kilometer yang saat ini pengerjaannya telah mencapai 98 persen, dan ditargetkan beroperasi pada 2020 untuk memenuhi kebutuhan energi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang terafiliasi dengan PT Pertamina (Persero), menyiapkan uji coba komersial (commissioning) jaringan pipa gas dari Gresik di Jawa Timur ke Semarang, Jawa Tengah.

Proses konstruksi jaringan pipa yang dikerjakan konsorsium PT Wijaya Karya Tbk-Rabana-Kelsri (KWRK) dengan investasi 250 juta dolar AS itu telah tuntas akhir 2019.

Zainal Abidin, Manajer Komunikasi dan CSR Pertagas di Jakarta, Rabu, mengatakan proyek pipa gas Gresik-Semarang merupakan pipa gas akses terbuka (open access). Panjang jaringan pipa Gresik-Semarang 268 kilometer dengan diameter 28 inchi. Jaringan pipa tersebut memiliki kapasitas pengaliran gas maksimal sebesar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menurut Zainal, jaringan pipa Gresik-Semarang memasok gas untuk PLTG Tambak Lorok milik PLN dan kawasan industri khususya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Jaringan pipa gas Gresik-Semarang nantinya mendapatkan pasokan gas dari Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu," katanya.

Pertagas memulai pembangunan pipa gas Gresik-Semarang pada 8 Oktober 2014 yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking. Proses konstruksi proyek tersebut memakan waktu lima tahun.

Zainal juga menyebutkan sepanjang 2019, Pertagas menuntaskan konstruksi dua pipa gas. Sebelum jaringan pipa Gresik-Semarang, perusahaan menuntaskan konstruksi jaringan pipa gas Duri-Dumai. Proses uji coba komersial dilakukan pada 14 April 2019 seiring dengan pengaliran gas perdana (gas in) tahap II ke Refinery Unit II Dumai di Riau dengan kapasitas sebesar 22,7 MMSCFD.

Pemanfaatan gas ini merupakan salah satu inisiatif strategis Refinery Unit (RU) II Dumai untuk meningkatkan Gross Refinery Margin yang sejalan dengan estimasi 40 persen penghematan biaya bahan bakar (fuel cost). "Total nilai investasi Proyek Pipa Gas Duri – Dumai sebesar 70 juta dolar AS," katanya.

Sebelumnya, pada 24 November 2018, Pertagas mengalirkan gas tahap I ke pelanggan rumah tangga, industri, dan komersial, yang berada di wilayah Dumai yang selama ini dikelola PGN.

Pipa Gas Duri-Dumai memiliki panjang 67 km dengan diameter pipa 24 inchi. Titik awal terhubung di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai. Gas yang dialirkan bersumber dari Blok Bentu (dioperasikan oleh PT Energi Mega Persada Tbk), Blok Corridor (dioperasikan oleh ConocoPhillips), dan Blok Jambi Merang (dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi).

Kementerian ESDM memberikan penugasan kepada Pertamina dan PGN untuk membangun Pipa Gas Duri – Dumai melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016 tanggal 27 Juni 2016. Penugasan tersebut ditindaklanjuti kedua pihak dengan penandatanganan kesepakatan awal (Head of Agreement/HoA) Pipa Duri-Dumai pada 9 Juni 2017.

Pada 27 Juli 2017, Pertamina mengalihkan HoA tersebut kepada Pertagas. Pada 10 November 2017, PGN dan Pertagas menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai. Dalam kerja sama operasi itu PGN menguasai 40 persen hak kelola dan Pertagas sebesar 60 persen. Groundbreaking Proyek Pipa Gas Duri – Dumai dilakukan pada 13 November 2017.

Baca juga: Pipa gas Gresik-Semarang ditargetkan selesai Maret 2020

Baca juga: Pertagas genjot peningkatan sambungan rumah tangga


 

Pewarta : Faisal Yunianto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar