Langkah ACT bantu Sulteng cegah COVID-19 di Pasigala

id ACT,PEMPROV SULTENG,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyemprotkan cairan disinfektan di ruang redaksi LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah di Palu, Ahad (22/3/2020). (ANTARA/Mohammad Hamzah)

Palu (ANTARA) - Duka masyarakat karena bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) belum sepenuhnya berakhir, setelah bencana itu menghantam pada 28 September 2018 lalu.

Satu tahun enam bulan bencana alam itu telah berlalu, kini masyarakat di Pasigala diperhadapkan dengan masalah baru, terkait dengan adanya wabah COVID-19 (Coronavirus disease 2019) yang membuat publik di seluruh dunia termasuk di Pasigala harus waspada.

Di tengah kewaspadaan itu, Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir untuk kesehatan dan berlangsungan hidup bersama.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh ACT terkait pencegahan penyebaran COVID-19 di Pasigala, salah satunya yaitu menyemprot disinfektan di fasilitas umum, fasilitas sosial dan keagamaan, lingkungan masyarakat, dan perusahaan pers.

"Kami ACT Sulteng melakukan penyemprotan desinfektan untuk mencegah virus tersebut agar tidak menyebar dan menular kepada warga," ucap Kepala ACT Sulteng Nurmarjani Loulembah.

Penyemprotan disinfektan beriringan dengan instruksi dari pemerintah terkait pemberlakuan pembatasan jarak fisik atau isolasi mandiri di rumah masing-masing oleh setiap warga.

Hal ini tentu bukan pekerjaan mudah. Di saat warga sedang menjalani jarak fisik dan isolasi mandiri, ACT sebagai kelompok kecil, rela berkegiatan untuk kemaslahatan dan keberlangsungan hidup bersama.

ACT meyakini bahwa tidak ada satu-pun manusia yang ingin sakit atau terpapar COVID-19. Olehnya, penyemprotan disinfektan oleh ACT, merupakan upaya untuk menghindarkan warga dari penyakit itu.

Penanggung jawab Program ACT Sulawesi Tengah, Mustafa mengemukakan sejak Sabtu (21/3) hingga Kamis (26/3) tim kemanusiaan ACT dalam pencegahan COVID-19 di Pasigala telah menyemprot disinfektan di 42 titik.

Diantaranya, rumah ibadah, seperti gereja, masjid, sekolah, Kantor LKBN ANTARA Biro Sulteng, TVRI Sulteng, AJI Palu, SMAN 3 Palu, Perumahan Dosen Untad Palu di Tondo.

ACT Sulteng juga melakukan penyemprotan di hunian sementara (huntara) yang ada di Pasigala, untuk menghindarkan penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi dari virus corona baru.

"ACT akan dahulukan penyemprotan di huntara yang dibangun oleh ACT di Pasigala. Setelah itu, ACT akan menyemprot delisinfektan di huntara yang dibangun oleh pemerintah lewat PUPR," ujar Mustafa.

Baca juga: Pemda di Sulteng memperketat mobilitas di perbatasan antardaerah

Baca juga: Gubernur Suteng siapkan insentif tenaga kesehatan tangani corona


Dukungan terhadap ACT

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh ACT Cabang Sulteng, dengan melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan virus corona, mendapat dukungan dari para pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengapresiasi lembaga kemanusiaan global itu.

"MUI Palu mendukung apa yang dilakukan oleh ACT terkait pencegahan COVID-19. Penyemprotan yang dilakukan merupakan langkah untuk melindungi warga dari COVID-19, ini tindakan kemanusiaan," ungkap Ketua MUI Kota Palu Prof Dr KH Zainal Abidin MAg.

Penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah, dipandang oleh MUI Palu sebagai upaya untuk memberikan kemudahan dan keamanan serta kenyamanan umat beragama beribadah.

Prof Zainal Abidin yang merupakan Ketua FKUB Sulteng menilai, ACT turut serta membantu umat beragama untuk beribadah.

"Menyemprot di rumah ibadah, itu langkah pencegahan yang sangat baik. Artinya, melindungi umat beragama dari penyakit itu dalam kegiatan ibadah," ujarnya.

Kantor Berita Indonesia LKBN ANTARA Biro Sulteng turut serta memberikan dukungan apresiasi kepada ACT Cabang Sulteng, dalam pencegahan COVID-19.

Menyemprot disinfektan di perusahaan pers dan organisasi pers, merupakan bentuk kepedulian ACT Sulteng terhadap jurnalis dan kerja-kerja jurnalis.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sulteng, Laode Masrafi menilai langkah tersebut sangat membantu melindungi masyarakat dan awak media dari ancaman penyebaran virus corona.

"Apa yang dilakukan oleh ACT merupakan langkah kemanusiaan yang sangat bermanfaat," kata Laode Masrafi.

Kepala ACT Cabang Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengemukakan ACT juga peduli terhadap awak media dan perusahaan pers, karena ACT menilai mereka yang telah bekerja setiap waktu untuk mengabarkan kepada khalayak terkait virus tersebut.

Jurnalis itu setiap waktu bekerja di tempat-tempat umum, dan mereka itu sangat rentan tertular virus corona. Olehnya kami ACT Sulteng juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di kantor-kantor media, termasuk membantu kebutuhan mereka lainnya, ujar Nani.

Baca juga: Sulteng sediakan 667 kamar cadangan untuk pasien COVID-19

Baca juga: Tahapan pemilihan gubernur, wali kota, bupati di Sulteng ditunda


Corona di Sulteng

Saat ini, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Pusdatina Sulteng per 25 Maret 2020 tercatat, warga berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 38 orang, yang telah selesai dalam pemantauan dua orang. Sementara dalam proses pemantauan 36 orang.

Kemudian, warga berstatus Pasien Dalam Penanganan (PDP) berjumlah 19 orang, terdapat tiga warga hasil PDP negatif, dan 16 dalam proses Lab PDP.

Terkait pencegahan dan penanganan COVID-19 di Sulteng, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengeluarkan beberapa surat edaran diantaranya surat edaran nomor 443/141/Dis.Kes mengenai pencegahan dan antisipasi dampak penyebaran COVID-19 di Sulteng.

Dalam edaran itu terdapat 20 poin penting yang disampaikan gubernur berkaitan dengan langkah pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona.

Gubernur meminta masyarakat untuk menjaga ketenangan, ketertiban dan tidak panik, namun tetap waspada serta tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan, yang dapat mengakibatkan kelangkaan barang.

Masyarakat dan semua komponen di Sulteng untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan cara mencuci tangan secara rutin dan menyediakan tempat cuci tangan di tempat umum.

Gubernur juga menghimbau semua pihak untuk menunda kegiatan yang mengumpulkan masa dalam jumlah besar. Meliburkan siswa/siswi PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs. Untuk mencegah penyebaran COVID-19 semua jenjang satuan pendidikan di Sulteng diliburkan selama 14 hari mulai tanggal 16 Maret 2020.

Sementara bagi siswa Kelas XII tingkat SLTA sederajat yang sedang mengikuti ujian nasional, khususnya siswa SMK, SMA dan MA tetap melaksanakan ujian sedang siswa kelas XI dan X tingkat SLTA sederajat diliburkan selama 14 hari.

Gubernur juga meminta kepada bupati dan wali kota di Sulteng agar menghimbau kepada para pengusaha di daerahnya untuk mengurangi aktifitas atau menutup sementara tempat-tempat hiburan malam.

Bupati dan wali kota diharap menghimbau kepada pemilik hotel, penginapan, serta tempat umum lainnya untuk menyediakan cairan pembersih tangan dan melakukan pengukuran suhu tubuh pengunjung.

Edaran tersebut juga melarang awak kapal asing turun ke darat dan melarang warga Sulteng naik kapal asing kecuali petugas. Kemudian bagi ASN dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri atau ke daerah-daerah terjangkit COVID-19.

Pemerintah Provinsi Sulteng menyediakan RS rujukan COVID-19, untuk wilayah Palu terdiri dari RS Anutapura, RS Wirabuana, RS Bhayangkara, Rs Alkhairaat, RSU Samaritan, RSU Woodward, RSU Budi Agung. kabupaten Tolitoli meliputi RSUD Mokodipo, Kabupaten Morowali Utara RSUD Kolonodale, Kabupaten Banggai RSUD Luwuk.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola juga meminta Dinas Kesehatan di daerah itu untuk segera merekrut relawan dalam rangka mencegah penyebaran virus COVID-19.

"Dinas terkait dapat membuka pendaftaran relawan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Gubernur Sulteng di Palu.

Dalam keterangan tertulis Biro Humas Pemprov Sulteng, disebutkan bahwa Gubernur menyampaikan permintaan itu saat berdialog dengan puluhan tenaga medis, membahas pencegahan dan penanganan penyebaran COVID-19 di Dinas Kesehatan Sulteng, di Palu, Sabtu malam (21/3).

Dalam pertemuan itu, Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov Sulteng telah mengambil beberapa langkah antisipasi penyebaran virus corona di Sulawesi Tengah dengan membatasi akses pintu masuk ke Sulawesi Tengah.

Pemprov Sulteng menempatkan petugas medis untuk melakukan pengecekan kesehatan, menggunakan scanner serta pendataan bagi mereka yang masuk ke Sulawesi Tengah.

Lewat pertemuan itu, Gubernur juga mempertanyakan kepada OPD terkait kelangkaan masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di pasaran. Gubernur meminta kepada distributor untuk segera mengadakannya.

Kepada tenaga medis, Gubernur menyampaikan selamat berjuang dalam penanganan dan pencegahan virus COVID-19 untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Berkaitan dengan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Reny A Lamadjido mengakui bahwa pihaknya telah menurunkan tenaga ahli, di setiap pintu masuk ke Sulawesi Tengah.

"Kami juga melakukan pendataan dan pengecekan bagi mereka yang datang dan informasi calling center, apabila ada masyarakat yang memiliki gejala terjangkit virus Corona," kata Reny.

Sekaitan dengan merekrut relawan, menurut Reny, dapat dilakukan secara daring (online) dengan syarat dan kriteria yang telah ditentukan.

Pada intinya marilah kita senantiasa menjaga pola hidup sehat, cuci tangan, makan makanan yang bergizi guna menjaga kesehatan dan imunitas tubuh tetap sehat.*

Baca juga: Langkah cepat pemerintah di Sulteng tangani COVID-19

Baca juga: Gubernur diminta Ketua DPRD segera tutup pintu keluar masuk Sulteng

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar