Pasar Jaya gelar "belanja dari rumah" di tengah wabah COVID-19

id Perumda Pasar Jaya,Pasar Tradisional,Jakarta,Arief Nasrudin,Corona,COVID-19,Gatra Vaganza

Pedagang menata cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). . ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Jakarta (ANTARA) - Perumda Pasar Jaya menelurkan kebijakan untuk menggelar langkah belanja dari rumah sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan warga di tengah pandemi Virus Corona COVID-19.

Informasi mengenai belanja dari rumah tersebut bisa didapatkan masyarakat melalui laman resmi pasarjaya.co.id dan sosial media Pasar Jaya dengan berbagai barang yang bisa dibeli mulai dari aneka bumbu, daging, sayur-mayur, buah, sembako, lauk, hingga makanan ringan.

Berdasarkan pantauan di laman Pasar Jaya, setidaknya ada lima pasar yang bisa melakukan transaksi jarak jauh belanja dari rumah dengan cara menghubungi pedagang di sana atau melalui hotline atau call center yang buka mulai jam 08.00 sampai 12.00 WIB untuk kemudian warga dan pedagang menyepakati sendiri harga dan pengiriman.

Pasar-pasar tersebut antara lain: Pasar Pondok Labu (Hotline: 08129920221), Pasar Kramat Jati (Hotline: 085156636121), Pasar Palmerah (Hotline: 0215307391), Pasar Bukit Duri (Hotline: 0818181792) dan Pasar Koja (Hotline: 085890590909).

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin saat dihubungi membenarkan hal tersebut, bahkan disebutkannya sudah dimulai di semua cabang Pasar Jaya sejak dua pekan lalu.

Baca juga: Lalu lintas depan Pasar Tanah Abang lengang

Baca juga: Pasar Jaya tutup sebagian Pasar Tanah Abang

Baca juga: Pasar Jaya semprotkan disinfektan di Blok B Pasar Tanah Abang


"Itu sudah berjalan dua pekan, udah ada 50 pasar, bisa dilihat informasi lengkap di sosial media Instagram kami," kata Arief saat dihubungi di Jakarta.

Sementara itu, Manajer Bidang Umum dan Hubungan Masyarakat Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan pihaknya berharap langkah ini mampu membuat masyarat tetap berada di rumah untuk menerapkan social distancing measure, serta menjaga pasar agar tak menjadi tempat penularan COVID-19.

"Di tengah merebaknya COVID-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta, kita mesti menyediakan cara belanja jarak jauh bagi warga yang sedang menerapkan karantina diri (self-quarantine), sehingga tak perlu keluar rumah untuk membeli bahan-bahan pangan penting untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Dia menyebut setidaknya sudah ada 15 pasar yang dirilis untuk melakukan transaksi jarak jauh, di antaranya Pasar Kramat Jati, Pondok Labu, Palmerah, Bukit Duri, Koja Baru, Santa, Radio Dalam, Gandaria, Sukapura, Waru, Lontar Kebon Melati, Induk Kramat Jati, Pecah Kulit, Cidodol dan Cakung.

Pasar Jaya berharap adanya langkah ini mampu tetap meramaikan perdagangan di pasar-pasar di Jakarta, sembari tetap menerapkan langkah jarak sosial dan memudahkan masyarakat yang tengah menjalani gerakan tetap di rumah.

Lebih lanjut, diharapkan dengan adanya program ini, pasar-pasar kelolaan Pasar Jaya makin minim interaksi tatap muka untuk mencegah penyebaran COVID-19 meski kegiatannya masih ada.

Bagi distributor atau orang yang butuh datang ke pasar pun, kini Pasar Jaya menerapkan prosedur ketat dengan menyediakan bilik disinfektasi.

"Kami akan tambah terus jumlahnya, sampai ada di tiap pasar kelolaan. Terkini, demi menjaga kebersihan dan kesehatan seluruh pengunjung maupun pedagang di pasar, kita juga lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada setiap sudut pasar," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap muncul langkah-langkah kreatif dari jajarannya, agar warga Jakarta tak perlu pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhannya di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Bagaimana pasokan pangan itu bisa menjangkau rumah tangga, bukan pasokan pangan sampai ke pasar. Kalau kondisi normal, kondisi pangan sampai ke pasar induk. Kalau sekarang, sampai ke rumah tangga. Saat isolasi, bagaimana pangan bisa sampai ke setiap rumah yang diisolasi," ujar Anies, Senin (16/3).

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar