Dua Cawagub DKI sambut positif penundaan paripurna pemilihan wagub

id Cawagub DKI Jakarta,Corona,COVID-19,Ahmad Riza Patria,Nurmansjah Lubis

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (kiri) dan Cawagub DKI Jakarta dari PKS, Nurmansjah Lubis (kanan) menjadi pembicara dalam acara "Ngobrol Bareng Cawagub DKI" di Jakarta, Jumat (6/3/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Dua calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yakni Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis menyambut positif penundaan jadwal Sidang Paripurna Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sedianya dilangsungkan pada Jumat ini.

Nurmansjah Lubis menyebutkan bahwa keputusan pengunduran tersebut adalah sesuatu yang tepat mengingat suasana pandemi Corona yang tidak main-main.

"Kita harus mengedepankan kepentingan nasional. Apalagi Jakarta ini kan termasuk daerah warna merah. Jadi, saya sebagai kandidat, ini kan sudah instruksi presiden, jadi stay home diam di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah. Masa kita ngotot pemilihan cawagub disegerakan. Sangat berbahaya risikonya virus Corona," kata Nurmansjah saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Baca juga: PKS usul pemilihan Cawagub DKI Jakarta diundur

Baca juga: PKB: DKI Jakarta butuh wagub bermental pedobrak

Baca juga: Pengamat: Panlih bisa diskualifikasi cawagub tak penuhi syarat


Senada, Riza juga mengatakan dirinya tidak masalah dengan penundaan tersebut, malah menurutnya baik karena menyesuaikan dengan anjuran pemerintah untuk tidak berkegiatan secara berkelompok di tengah mewabahnya Virus Corona COVID-19.

"Ya bagus, jadi kan kita sekarang fokus pada Corona. Soal jadwal kan yang menentukan DPRD bukan kita calon. Calon mengikuti saja DPRD yang memutuskan. Diputuskan ditunda tanggal enam ya gak masalah, bagus menurut saya," kata Riza saat dihubungi.

Dengan adanya waktu lebih kurang sepekan hingga paripurna, Nurmansjah mengatakan dirinya masih menjaga komunikasi bersama anggota DPRD DKI Jakarta dari jarak jauh melalui Skype, WhatsApp dan lain sebagainya, selain mematangkan visi-misi dan persoalan Jakarta.

Namun demikian, Nurmansjah mengaku dirinya juga tidak yakin bahwa tanggal 6 April 2020 mendatang bisa dilaksanakan paripurna mengingat ada potensi tanggap darurat bencana Virus Corona yang diperpanjang akibat puncak wabah masih akan terjadi.

"Bisa saja namanya wallahu alam. Tingkat puncaknya kan 5-10 Mei. Jadi masih panjang. Tak usah grasah-grusuh. Wagub penting, tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat ini bisa terjaga dengan baik," ucap Nurmansjah.

Terkait wabah COVID-19, Nurmansjah mengatakan harus ada penyesuaian antara penanganan wabah dengan pembangunan Jakarta.

"Ini kan biayanya besar, tak seperak dua perak biayanya. Jadi harus dialokasikan berapa triliun. Ini yang mungkin bisa jadi masukan buat pak gubernur," ucap Nurmansjah.

Sementara, Riza mengatakan tidak ada persiapan khusus, pasalnya dirinya sudah roadshow ke fraksi-fraksi untuk menyampaikan visi dan misi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Jadi sekarang kita menunggu saja waktu pemilihan. Sejauh ini saya optimis, InsyaAllah," ucap dia.

Diketahui, hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 1.046 kasus dan dari jumlah itu, 913 kasus masih dalam perawatan, 46 pasien sembuh dan 87 orang meninggal dunia. Jakarta masih menjadi daerah yang paling banyak kasus Corona dengan 598 kasus terkonfirmasi.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar