Pemkab Jember naikkan status KLB COVID-19 setelah satu pasien positif

id klb corona di jember,pasien positif corona jember,status jember KLB covid-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronaviru

Pemkab Jember naikkan status KLB COVID-19 setelah satu pasien positif

Peta sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Jember. ANTARA/HO- Diskominfo Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jember menaikkan status darurat menjadi kejadian luar biasa (KLB) Corona virus disease (COVID-19) setelah satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan positif terjangkit virus corona di wilayah setempat.

"Satu pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona, sehingga status Jember naik menjadi KLB COVID-19," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember sekaligus Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jember Gatot Triyono di Jember, Jumat malam.

Berdasarkan data dari Tim Satgas Penanganan COVID-19 Jember hingga 27 Maret 2020 tercatat jumlah pasien positif terpapar virus corona sebanyak satu orang, sembilan pasien dalam pengawasan (PDP), dan 140 orang dalam pemantauan (ODP).

Baca juga: Pemkab Jember siapkan gedung JSG untuk karantina ODP dan ODR COVID-19
Baca juga: Cairan pembersih tangan dibagikan IAIN Jember kepada 100 masjid


Sebanyak sembilan PDP tersebut dengan rincian satu orang dinyatakan negatif, satu orang meninggal dunia (hasil rapid tes negatif) dan tujuh orang dalam perawatan isolasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember. Dari tujuh yang dirawat tersebut, satu di antaranya dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

"Status positif itu diketahui setelah pemeriksaan spesimen di laboratorium kesehatan keluar dan kebijakan lebih lanjut pascapenetapkan KLB COVID-19 di Jember masih menunggu rapat koordinasi lebih lanjut," katanya.

Satu pasien positif tersebut tinggal di Kecamatan Kaliwates dan sudah dua tahun tinggal di Kabupaten Jember, serta menjalani perawatan isolasi di RSD dr Soebandi Jember sejak yang bersangkutan berstatus PDP.

"Saya mengimbau masyarakat tidak panik dan mematuhi imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih, serta social distancing saat berada di luar rumah," ujarnya.

Pemprov Jatim mengumumkan Kabupaten Jember termasuk zona merah di peta sebaran COVID-19 Pemprov Jatim yang dikeluarkan per 27 Maret 2020 karena satu pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Baca juga: PMI Jember imbau masyarakat tetap donor di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: Cegah COVID-19, akademisi FK Unej minta warga Jember terapkan PHBS
Baca juga: Universitas Jember tunda wisuda untuk cegah penularan COVID-19

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar