Sembuh dari corona, Wakil Wali Kota Bandung lantik 24 pejabat

id Wakil Wali Kota Bandung,Yana Mulyana,pelantikan,pejabat,virus corona,covid-19,penanganan corona,corona,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

Bandung (ANTARA) - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kembali bekerja antara lain melantik 24 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bandung setelah dirinya dinyatakan sembuh dari virus corona atau COVID-19.

Pelantikan para pejabat itu juga dilakukan sesuai protokol kesehatan, di antaranya dengan menggunakan masker serta posisi duduk yang berjarak 1,5 meter.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung bercerita perjuangannya hadapi COVID-19

"Jabatan adalah amanah. Jangan sampai mengingkari dan mengkhianati. Pejabat yang dilantik harus tanggung jawab, semakin tinggi jabatan maka beban risikonya pun tinggi," kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa.

Yana hadir dengan menggunakan masker khusus serta dilengkapi sarung tangan. Sebelumnya, Yana juga sudah beberapa kali bekerja di ruang dinasnya sambil dilengkapi dengan sejumlah alat pelindung diri tersebut,

Selain itu, ia menyampaikan para pejabat yang dilantik harus memberikan pelayanan yang baik, harus mampu berpikir strategis, inovatif dan mampu berkolaborasi.

Baca juga: Pengungsi banjir Kabupaten Bandung akan jalani tes cepat corona

"Pejabat itu bukan dilayani, tapi melayani. Kita kerjakan kedudukan ini sesuai dengan ketentuan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Yayan A Brillyana mengungkapkan, pelantikan jabatan fungsional itu berdasarkan kemandirian dan keahlian.

Baca juga: Sebanyak 65.703 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bandung

"Mandiri yaitu, segala sesuatunya mandiri tidak punya staf dan langsung arahan dari pimpinan. Misalnya kemampuan dia miliki seperti dokter dan guru," kata Yayan.

Yayan mengatakan demi memberikan hasil birokrasi yang maksimal maka pemerintah akan mengurangi jabatan struktural dan memperbanyak jabatan fungsional.

"Ini mau tidak mau harus dilakukan untuk memangkas panjangnya birokrasi," katanya.

Baca juga: Jabar akan salurkan 1.000 sembako bagi warga terdampak COVID-19

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar