PBSI sementara fokuskan program latihan atlet untuk kebugaran

id badminton,bulutangkis,corona,olimpiade,susy susanti

Dok- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menghimbau kepada seluruh atlet agar terus menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti turnamen All England 2020 yang akan digelar pada 11-15 Maret 2020 di Birmingham, Inggris. (ANTARA/Cornea Khairany)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan program latihan yang dilangsungkan di Pelatnas Cipayung untuk sementara waktu difokuskan hanya untuk menjaga kebugaran para atlet.

“Latihan tetap ada, mencakup teknik dan fisik, tapi hanya untuk jaga performa dan akurasi saja. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan dan kebugaran atlet. Programnya sesuai dengan arahan pelatih di masing-masing sektor,” kata Susy dikutip dari laman resmi PBSI, Kamis.

Menurut peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 itu, seluruh atlet memang harus disiplin menjaga performa mereka masing-masing, terlebih bagi atlet-atlet muda agar tidak kehilangan pola permainannya.

Baca juga: PBSI: Pelatnas tetap berjalan dengan ketentuan khusus

“Atlet-atlet muda harus tetap melatih pukulan dan akurasi, karena masih banyak yang belum matang. Mereka harus lebih konsisten latihan supaya pukulan dan akurasinya tidak hilang walaupun sudah lama absen dari berbagai turnamen dan juga latihan intensif,” ujar Susy.

Lebih lanjut, dia mengatakan PBSI memang telah memutuskan untuk tetap mengadakan kegiatan latihan di sela karantina tertutup di area Pelatnas. Namun, program latihan intensif baru akan dimulai pada 2 Juni 2020 atau setelah hari raya Idul Fitri.

“Setelah Lebaran, latihan sudah mulai normal kembali karena para atlet akan menjalani program persiapan menuju turnamen, seandainya turnamen mulai berjalan pada Agustus 2020. Semoga situasinya juga sudah normal kembali,” ujar Susy.

Baca juga: Selama libur, atlet bulu tangkis diminta lakukan latihan fisik ringan

Sementara itu, berkaitan dengan mundurnya jadwal Olimpiade Tokyo, PBSI akan berdiskusi terlebih dahulu untuk mengatur ulang program persiapan secara efektif dan efisien untuk para atlet, terutama yang diprioritaskan menuju Olimpiade.

“Perubahan jadwal Olimpiade tentu saja ada dampaknya buat atlet. Mereka harus mempersiapkan diri lebih lama, kondisi tubuh harus dijaga, performa harus ditingkatkan lagi dan diatur ulang sehingga puncaknya bisa dicapai saat Olimpiade tahun depan,” ungkap Susy.

Baca juga: Semua atlet Pelatnas PBSI negatif COVID-19


Pewarta : Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar