Jerman desak Uni Eropa bertindak dukung peternak sapi perah

id Jerman,peternak sapi perah Jerman,harga susu turun akibat corona,Jerman minta EU dukung peternak sapi perah,Uni Eropa ,Komisi Eropa

Jerman desak Uni Eropa bertindak dukung peternak sapi perah

Dokumentasi - Sejumlah peternak menurunkan patung sapi perah berbendera Jerman saat melakukan protes menuntut struktur harga yang adil untuk produk susu di depan Gerbang Brandenburg di Berlin, Jerman, (30/5/2016). ANTARA/REUTERS/Fabrizio Bensch/aa.

Hamburg (ANTARA) - Uni Eropa harus mengambil tindakan untuk mendukung para peternak sapi perah yang menghadapi penurunan tajam dalam penjualan susu karena pandemi virus corona, kata kementerian pertanian Jerman.

Menteri Pertanian Jerman Julia Kloeckner telah menulis surat kepada Komisi Eropa untuk meminta Uni Eropa memberikan dukungan keuangan dalam bentuk biaya pergudangan untuk menyimpan susu bubuk untuk membantu pasar susu untuk pulih dari harga yang saat ini tertekan.

Permintaan serupa disampaikan oleh menteri pertanian Prancis pada pekan lalu.

Meskipun ada lonjakan sementara dalam penjualan susu di supermarket, penutupan kafe, restoran dan tempat makan lainnya -- akibat pandemi COVID-19 -- telah memangkas permintaan susu.

Asosiasi Petani Jerman secara terpisah menyampaikan bahwa ekspor produk susu Jerman juga turun.

Untuk itu, Kloeckner mengatakan ruang gudang pribadi untuk menyimpan susu bubuk yang tidak terjual harus tersedia.

Dalam suratnya kepada Komisi Uni Eropa, Kloeckner menyebutkan ekspor susu Jerman yang lebih rendah, terutama ke Asia, dikhawatirkan akan berarti penurunan harga yang lebih besar.

Dia mengatakan produk pertanian lainnya termasuk daging sapi, buah, sayuran dan anggur juga harus disimpan di bawah pengawasan intensif maka langkah-langkah dukungan krisis harus diambil jika diperlukan.

Sumber: Reuters

Baca juga: UE sebut pengenaan bea masuk produk susu adalah ilegal
Baca juga: Austria buka kembali ribuan toko setelah longgarkan "lockdown"

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar