Kapolda Papua larang masyarakat masuki area PTFI

id kapolda papua,paulus waterpauw,kuala kencana ptfi

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (ANTARA/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw mengingatkan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika agar tidak memasuki area PT Freeport Indonesia terutama di sekitar Kota Kuala Kencana yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sasaran teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Ditemui wartawan di Timika, Rabu, Kapolda Papua menegaskan kawasan sekitar Kuala Kencana itu kini sudah dikuasai penuh oleh aparat keamanan setelah sebelumnya KKB sempat memasuki wilayah itu dan melakukan teror penembakan di perkantoran PTFI Kuala Kencana yang menewaskan seorang pekerja asal Selandia Baru.

Baca juga: Jubir Freeport: Pengamanan Kuala Kencana ditingkatkan

Baca juga: Kapolda Papua: WNA korban penembakan diterbangkan ke Jakarta

Baca juga: Kepala Polda Papua apresiasi kinerja satgas penegakan hukum di Timika


"Kami sangat memohon kepada masyarakat umum untuk tidak memasuki wilayah sekitaran Kuala Kencana. Wilayah itu sudah kita kuasai dari kelompok yang kemarin sempat masuk sampai di OB (Office Building) I Kuala Kencana," kata Irjen Waterpauw.

Kapolda mengapresiasi sikap keluarga korban yang ikhlas menerima kejadian tersebut.

"Pada prinsipnya mereka cukup memahami karena sebelumnya sudah ada imbauan-imbauan dari beberapa tokoh dan kepala suku di Kwamki Lama dan sekitarnya bahwa KKB yang berhadapan dengan kami aparat keamanan sudah menyampaikan wilayah perang itu mulai dari Tembagapura sampai di Kota Timika, terutama di Kuala Kencana. Jadi, sebetulnya sudah ada ajakan agar masyarakat tidak memasuki wilayah itu," jelas Irjen Waterpauw.

Dengan situasi dan kondisi dimana kawasan hutan sekitar Kuala Kencana yang pernah dimasuki KKB, maka menyulitkan bagi aparat untuk bisa membedakan mana anggota KKB dan mana masyarakat biasa.

Kapolda berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Tentu penyelidikan terhadap kejadian ini tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya terjadi, apakah kehadiran anak-anak ini di kali Mile 34 itu sekedar untuk mencari ikan atau bagaimana," kata Irjen Waterpauw.

Dua pemuda dari Kwamki Lama Timika yaitu Eden Armando Debari (20) dan Ronny Wandik (23) menjadi korban penembakan oleh aparat TNI Satgas YR 712 dan YR 900 saat melakukan operasi penindakan terhadap KKB di Mile 34, area PTFI, Timika pada Senin (13/4) petang..

Saat itu kedua pemuda sedang mencari ikan dengan cara menyelam (dalam bahasa setempat disebut molo) dengan membawa tombak atau panah di sebuah kali di sekitaran Mile 34.

Jenazah keduanya telah dimakamkan di TPU Jile Yale pada Rabu siang.

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar