Pemerintah harap stimulus pajak cegah pengusaha lakukan PHK

id Airlangga hartarto, stimulus ekonomi, cegah phk

Ilustrasi: Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor di Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah berharap pemberian stimulus ekonomi terhadap sektor riil, salah satunya perluasan Pasal PPh 21 dapat mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Diharapkan dengan pemberian stimulus, misalnya pasal PPh 21 yang diperluas selama enam bulan mampu menahan PHK," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Airlangga Hartarto mengatakan dampak fiskal dari perluasan PPh 21 sekitar Rp15,7 triliun.

Baca juga: Cegah PHK, Presiden Jokowi: Sektor riil harus diselamatkan

Dia menekankan sejumlah fasilitas yang diberikan pemerintah diharapkan memberikan pelonggaran kepada dunia usaha untuk sebisa mungkin tidak melakukan PHK.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sejumlah insentif yang diberikan kepada kalangan dunia usaha, termasuk di antaranya relaksasi kredit.

Pemerintah ingin memastikan insentif yang diberikan benar-benar membuat dunia usaha bertahan dan tidak melakukan PHK.

Manakala insentif berupa insentif menyebabkan kredit macet maka pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan akan membuat rambu-rambunya.

Baca juga: Menko Perekonomian: Kita akan cegah kredit agar tidak macet

 

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar