Sudin SDA Jaksel kerahkan mobil pompa atasi genangan Pejaten Timur

id genangan, hujan, banjir, jakarta, jakarta selatan, pejaten timur, sudin sda jaksel

Kondisi pemukiman warga di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan setelah tergenang air setinggi 10 cm pada Rabu (29/4/2020) (ANTARA/HO-Sudin SDA Jakarta Selatan)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan mengarahkan satu unit mobil pompa untuk mengatasi genangan yang merendam pemukiman warga di Kelurahan Pejaten Timur.

"Mesin pompa sudah diturunkan tadi pukul 18.31 WIB, kondisi terkini air sudah surut," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan Junjung saat dihubungi Rabu malam.

Genangan air akibat curah hujan yang tinggi merendam sejumlah pemukiman warga dengan ketinggian berkisar antara 40 hingga 70 cm.

Baca juga: Hujan jelang berbuka akibatkan genangan di lima titik wilayah Jaksel

Baca juga: Korban banjir di Pejaten Timur butuh air bersih

Baca juga: Dua mobil dan lima motor tertimpa pohon tumbang di Pejaten Timur


Hujan turun di wilayah Jakarta Selatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB sampai dengan 16.55 WIB.

Walau sempat tergenang air, tidak ada warga yang minta diungsikan. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing sampai air surut kembali.

"Air mulau surut sekitar pukul 19.00 WIB, tidak ada warga yang mengungsi," kata Junjung.

Selain di Pejaten Timur, genangan air hujan juga terjadi di Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Sumberdaya Air (SDA) Jakarta Selatan, ada lima titik yang terendam genangan yakni jalan Swadarma Kecamatan Jagakarsa, jalan Fatmawati (MRT cipete), jalan Supomo di Kecamatan Tebet, jalan Raya Pasar Minggu (simpang lampu merah Duren Tiga depan Superindo Pancoran), dan di Kelurahan Pejaten Timur serta Kelurahan Jati Padang.

Genangan serupa juga sempat terjadi pada Senin (27/4) di dua lokai yakni di jalan Fatmawati dekat MRT Cipete dan Pesanggarahan dengan ketinggian antara 5 sampai dengan 10 cm.

 

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar