Biaya haji tahap pertama telah dilunasi 179.584 calon jamaah

id Biaya haji,Haji 2020,Pelunasan biaya haji

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Muhajirin Yanis. (FOTO ANTARA/Hanni Sofia/aa)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 179.584 calon jamaah haji reguler telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1441 Hijriah/2020 Masehi tahap pertama yang ditutup Kamis sore.

"Pelunasan tahap satu, ditutup sore tadi. Total 179.584 jamaah melunasi biaya haji, atau sekitar 88,33 persen," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000. Sebanyak 203.320 di antaranya adalah kuota haji reguler yang terbagi menjadi empat, yaitu 199.518 untuk jamaah haji reguler, 2.040 kuota prioritas lanjut usia, 1.512 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 250 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

"Masih ada 21.157 kuota reguler dan 817 prioritas lansia yang belum terlunasi," kata Muhajirin.

Sampai penutupan tahap satu, kata dia, belum ada PHD dan Pembimbing KBIHU yang melakukan pelunasan.

Karena masih ada sisa kuota, kata Muhajirin, Kemenag membuka pelunasan Bipih 1441H/2020M untuk tahap kedua, yaitu pada 12-20 Mei 2020.

Pelunasan tahap kedua dibuka untuk jamaah berhak lunas yang mengalami gagal pembayaran karena sistem saat tahap pertama. Selain itu, mereka yang berhak melunasi pada tahap kedua adalah pendamping lansia, penggabungan "mahram", serta jamaah disabilitas dan pendampingnya.

"Tahap dua juga untuk PHD dan pembimbing dari KBIHU," katanya.

Ia menambahkan secara umum pelunasan tiap provinsi sudah di atas 80 persen. Hanya Provinsi Maluku yang persentase pelunasannya pada angka 79,57 persen.

"Bahkan, sebanyak 21 provinsi pelunasannya di atas rata-rata nasional, 88,33 persen," katanya.

Adapun lima provinsi dengan jumlah jamaah terbanyak yang melakukan pelunasan, kata  Muhajirin Yanis , adalah Jawa Barat (33.969), Jawa Timur (29.950), Jawa Tengah (27.464), Banten (8.544), dan Sumatera Utara (7.192).

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan bahwa untuk jamaah haji khusus, yang sudah melunasi sampai penutupan tahap pertama sebanyak 12.822 orang.

Kuota jamaah haji khusus berjumlah 17.680, terdiri dari 16.305 kuota jamaah dan 1.375 kuota petugas.

"Artinya, sudah 78,64 persen calon jamaah haji khusus yang sudah melunasi dari total kuota berhak lunas sebesar 16.305,” jelas Arfi seraya menambahkan karena masih ada sisa kuota, akan dibuka pelunasan tahap kedua pada 12-20 Mei 2020.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Kemenag juga membuka pelunasan untuk jamaah haji khusus dengan status cadangan. Total kuota cadangan adalah 4.785 jamaah.

"Sampai hari ini, 2.167 jamaah haji khusus sudah melunasi dengan status cadangan," demikian Arfi Hatim.

Baca juga: Pemerintah siapkan pengembalian dana jika pelaksanaan haji batal

Baca juga: 86 persen calon jamaah telah lunasi biaya haji

Baca juga: Kemenag perpanjang waktu pelunasan haji selama wabah COVID-19

Baca juga: Dosen UM positif Corona usai ikuti pembekalan di Asrama Haji Sukolilo

Baca juga: Dua kasus baru di Kota Kediri klaster pelatihan haji di Surabaya

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar