Jateng alami deflasi 0,01 persen pada April 2020

id Kepala bps jateng, bps jateng

Jateng alami deflasi 0,01 persen pada April 2020

Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono menyampaikan rilis daring di kantor BPS Jateng di Semarang, Senin (4/5/2020). ANTARA/ I.C.Senjaya

Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,01 persen selama April 2020.

Kepala BPS Jawa Tengah Bangun Sentot Widoyono di Semarang, Jateng, Senin, mengatakan kelompok bahan makanan menjadi penyebab utama terjadinya deflasi pada masa pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: BPS catat inflasi April 2020 sebesar 0,08 persen

Sejumlah bahan makanan yang mengalami penurunan harga pada April 2020 di antaranya cabai merah, daging ayam, bawang putih, telur ayam, dan cabai rawit.

"Deflasi juga terjadi di empat daerah di Jawa Tengah tempat dilakukannya survei indeks harga konsumen, yakni Kota Semarang, Purwokerto, Kudus, dan Surakarta," katanya.

Adapun dua daerah lain masing-masing Cilacap dan Tegal mengalami inflasi.

Penurunan harga bahan pangan, ia memperkirakan tidak lepas dari kegiatan masyarakat yang sudah lebih banyak dilakukan di rumah sesuai anjuran pemerintah.

"April sudah mulai banyak di rumah, sehingga kebutuhannya lebih banyak untuk bahan makanan," katanya.

Selain kelompok bahan makanan, penyumbang deflasi lainnya meliputi kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.

Baca juga: BPS sebut 41,77 juta penduduk tercatat ikut sensus penduduk online
Baca juga: BPS Jateng sosialisasi perubahan metodologi SP2020


Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar