Global Zakat-ACT bantu guru honorer dan ustad terdampak pandemi corona

id covid-19,act,guru honorer,kabar baik,berita baik,sembuh dari covid

Penyerahan simbolis bantuan kepada guru honorer yang dilakukan Global Zakat-ACT (ANTARA/HO-Aksi Cepat Tanggap)

Jakarta (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah menyalurkan bantuan kepada guru-guru honorer prasejahtera di beberapa daerah yang terdampak COVID-19 dan mengajak masyarakat untuk turut membantu mereka lewat program Sahabat Guru Indonesia dari Global Zakat-ACT.

Bantuan biaya hidup itu sudah disalurkan di beberapa daerah seperti kepada Sholichudin yang mengajar di Tegal, Jawa Tengah yang dirumahkan dan terpaksa berjualan untuk menambah penghasilan.

"Bantuan biaya hidup ini merupakan bentuk apresiasi kepada guru yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Dedikasi guru-guru yang telah mengabdikan dirinya perlu mendapatkan perhatian," kata Kepala Cabang Global Zakat-ACT Tegal, Siswartono, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: ACT ajak umat muslim berzakat lebih awal

Tidak hanya di Tegal, program Sahabat Guru Indonesia juga sudah mencapai Kabupaten Wajo di Sulawesi Selatan untuk membantu beberapa guru honorer seperti Arni dan Ahmada Faizal di Desa Akkotengeng. Keduanya mendapatkan bantuan dan berharap perhatian kepada guru honorer akan terus dilanjutkan.

Tidak hanya guru honorer, Global Zakat-ACT juga menyalurkan batuan berupa satu ton beras kepada mubalig, ustad, guru mengaji dan marbot masjid di kota Bekasi, Jawa Barat mengingat selain bertepatan dengan Ramadhan kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memunculkan kebutuhan akan pangan bagi para dai.

Batuan itu diberikan di Islamic Center Bekasi dan dihadiri jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekas dan Ketua DPRD Kota Bekasi. Terkait hal itu Kepala Cabang ACT Bekasi Ishaq Maulana berharap bantuan dari ACT ini dapat meringankan beban ekonomi mereka.

"Para mubalig yang biasa mereka berkhutbah tidak bisa lagi. Mudah-mudahan bantuan dari ACT ini bisa meringankan beban ekonomi mereka, In syaa Allah ACT akan terus bersinergi dengan para ulama dan MUI Kota Bekasi," kata Ishaq.

Baca juga: 2.000 takjil gratis ACT-MRI disalurkan untuk pekerja informal di Ambon

Langkah ACT itu disambut baik Ketua MUI Bekasi KH. Mi'ran Syafii yang dia sebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya bagi mubalig, ustad, guru mengaji dan marbot masjid yang terdampak COVID-19.

"Nanti kita akan sampaikan kepada mereka yang benar-benar belum menerima bantuan, agar merata dan secara door to door oleh MUI Kecamatan," papar Mi’ran Syafii.

ACT akan terus melanjutkan pemberian dukungan dan bantuan kepada guru honorer prasejahtera di bulan Ramadan dan mengajak masyarakat yang ingin membantu lewat www.indonesiadermawan.id untuk mendukung program tersebut.

Baca juga: ACT luncurkan gerakan "Satu Bantu Satu" atasi kekurangan pangan
Baca juga: ACT Lampung salurkan bantuanAPD dari Periska-BA ke tiga rumah sakit
Baca juga: Din Syamsudin ajak masyarakat saling membantu amalkan ajaran Quran


 
Penyerahan bantuan kepada beras yang dilakukan ACT di Kota Bekas, Jawa Barat (ANTARA/HO-Aksi Cepat Tanggap)

 

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar