Kapal pengangkut 1.100 ton pupuk urea karam di Sungai Kapuas

id klm karam,Kandas,Di sungai kapuas,Batu layang,Polda kalbar,Ditpolairud polda kalbar

Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Bintang Lautan Abadi GT 498 dengan muatan pupuk urea sebanyak 1.100 ton dari Palembang tujuan Pontianak, karam atau kandas di Sungai Kapuas atau sekitar kawasan Batulayang Kecamatan, Pontianak Utara, Provinsi Kalbar. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Kapal Layar Motor (KLM) Bintang Lautan Abadi GT 498 yang mengangkut 1.100 ton pupuk urea karam di Sungai Kapuas, sekitar Kawasan Batulayang Kecamatan, Pontianak Utara, Provinsi Kalbar.

"KLM Bintang Lautan Abadi GT 498 dengan muatan pupuk urea dari Palembang tujuan Pontianak itu kandas sekitar pukul 17.30 WIB," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go di Pontianak, Kamis malam.

Donny menjelaskan, sekira pukul 14.30 WIB KLM Bintang Lautan Abadi GT 498 bertolak dari Dermaga TPI Pontianak menuju Dermaga Taicu untuk melakukan bongkar muatan dan setiba di kawasan Batu Layang berpapasan dengan kapal dari arah berlawanan sehingga kapal agak ke kiri dan menabrak sesuatu sehingga mengakibatkan terjadi kebocoran di lunas atau bagian depan KLM itu.

Baca juga: KMP Mutiara Sentosa mati mesin, Basarnas Lampung evakuasi penumpang
Baca juga: Basarnas selamatkan penumpang longboat karam di perairan Moti
Baca juga: Kapal tugboat Kurnia kandas diketahui bermuatan Kernel sawit


"Tidak ada korban jiwa dalam musibah karamnya KLM tersebut, tetapi muatan berupa pupuk urea juga ikut tenggelam," ungkapnya.

Dia mengatakan, KLM Bintang Lautan Abadi GT 498 dinakhodai oleh Ahmad Yani yang memuat pupuk urea sebanyak 1.100 ton, asal Palembang
tujuan Pontianak, Provindi Kalbar, dengan nama agen PT Kareso.

"Adapun jumlah ABK sebanyak delapan orang yang semuanya selamat atau tidak ada korban jiwa dalam musibah karamnya KLM tersebut," katanya.

Direktorat Polairud Polda Kalbar, TNI-AL, KPLP telah mengamankan TKP dan melakukan proses evakuasi ABK KLM tersebut, kata Kabid Humas Polda Kalbar.

Pewarta : Andilala
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar