Kemendikbud sumbang PCR untuk RS USU Medan dukung pemeriksaan COVID-19

id PCR USU, PCR dari Kemendikbud, Sofyan Tan, Komisi x, DPR Ri

Kemendikbud sumbang PCR untuk RS USU Medan dukung pemeriksaan COVID-19

Sofyan Tan (kiri) menyerahkan PCR sumbangan dari Kemendikbud ke RS USU di Medan, Kamis. (Antara/HO /Sofyan Tan)

Medan (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan satu unit alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan 500 regensia untuk Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Medan,.

"Kemendikbud membeli dan menyumbangkan lima unit alat tes PCR dan salah satunya untuk RS USU, " ujar anggota DPR RI, Komisi X, Sofyan Tan usai menyerahkan sumbangan alat PCR itu, Kamis.

PCR untuk pemeriksaan tes usap (swab test) COVID-19.

Baca juga: TFRIC-19: Distribusi 100 ribu PCR test kit hampir selesai

Adapun empat PCR lainnya disumbangkan untuk rumah sakit di Pulau Jawa.

Menurut Sofyan Tan, sebagai anggota DPR RI dari Sumut, dirinya merasa terpanggil dan merasa bertanggungjawab atas masih minimnya jumlah PCR di rumah sakit Sumut.

"Syukur saya bisa memperjuangkan agar PCR yang dibeli Kemendikbud itu bisa disumbangkan ke Sumut," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sofyan Tan berharap, bantuan PCR itu bisa meningkatkan jumlah sampel yang dites menjadi 500 sampel per hari.

"Peningkatan pemeriksaan sesuai dengan target Presiden Jokowi yang menginginkan agar rumah sakit bisa memeriksa 30 ribu sampel swab per hari, " ujar Sofyan Tan.

Sofyan Tan menyebutkan, selama ini, RS USU hanya mengandalkan dua unit PCR sehingga kewalahan menangani sampel yang masuk.

"Keterbatasan alat PCR diduga membuat pergerakan pasien positif di Sumut terlihat kecil dibandingkan daerah lain, karena dalam sehari hanya bisa menguji 300 sampel," ujar Sofyan.

RS USU adalah rumah sakit kedua di Sumut yang memiliki PCR setelah Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik, Medan.

Baca juga: Kemampuan tes spesimen BTKL-PP Kalsel naik dua kali lipat

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar