Kasus COVID-19 di Maluku bertambah 57 jadi 387 orang

id COVID-19,Provinsi Maluku,Ketua Harian GTPP COVID-19 Maluku,Kasrul Selang

Ilustrasi - Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Guntur memimpin langsung pembagian ratusan paket bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 jelang Hari Bhayangkara ke-74 Polri. (12/6/2020). (Daniel Leonard)

Ambon (ANTARA) - Kasus COVID-19 di provinsi Maluku mengalami peningkatan drastis pada Jumat ini dengan adanya penambahan 57 pasien positif dalam waktu sehari sehingga total menjadi 387 orang.

"Hari ini terjadi peningkatan sangat tajam untuk pasien positif COVID-19 sebanyak 57 orang," Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi Maluku, Kasrul Selang, di Ambon Jumat.

Jumlah pasien positif COVID-19 berdasar tes usap (swab) dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 387 orang. Angka ini meningkat dari hari sebelumnya berjumlah 330 orang.

Dari 57 kasus baru tercatat 33 orang warga Kota Ambon, 18 orang warga kabupaten Maluku Tengah (Malteng), lima orang di Seram bagian Timur (SBT) serta satu lainnya di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Baca juga: Melalui "Sahabat UMI", ACT Maluku bantu usaha kecil terdampak COVID-19

Baca juga: Pasien COVID-19 di Ambon keluhkan layanan karantina


Begitu juga dengan jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 10 orang.

"Sementara untuk pasien yang berhasil sembuh bertambah 15 orang menjadi 104 orang dari sehari sebelumnya yakni 89 orang," ujarnya.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon dan beberapa kabupaten lainnya tercatat 29 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 46 orang.

Kasrul berharap kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah lebih ditingkatkan, guna memutus mata rantai penyebarannya.

"Hanya dengan penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, maka semua orang dapat terhindar dari penularan dan mara rantai pandemi COVID-19 dapat diputuskan," kata Kasrul.*

Baca juga: Khatib Masjid Raya Alfatah sebut obat ampuh COVID-19 kesabaran-iman

Baca juga: Dengan protokol kesehatan, masjid di Ambon selenggarakan shalat id

Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar