KBRI Warsawa fasilitasi pemulangan WNI ke Tanah Air

id Polandia

Sebelum berangkat ke 11 orang WNI terdiri atas dua mahasiswa dan sembilan pekerja migran Indonesia (PMI) mengikuti "briefing" di KBRI Warsawa. ANTARA/HO-KBRI Warsawa

London (ANTARA) - KBRI Warsawa bekerja sama dengan KBRI Berlin, KBRI Den Haag, dan KJRI Frankfurt memfasilitasi kembali pemulangan warga Indonesia ke Tanah Air.

Dari Warsawa, 11 WNI melanjutkan perjalanannya melalui Frankfurt pada hari Jumat (19/6), lalu terbang ke Indonesia pada hari Sabtu melalui Schiphol Amsterdam, demikian keterangan pers KBRI Warsawa yang diterima ANTARA.

Dijelaskan pula bahwa 11 orang itu terdiri atas dua mahasiswa dan sembilan pekerja migran Indonesia (PMI). Enam di antaranya adalah pengiriman PMI skema mandiri yang berada di penampungan sementara KBRI sejak pertengahan April 2020.

Baca juga: Moeldoko : Pekerja migran adalah warga negara VVIP, harus dilindungi

Duta Besar Indonesia untuk Polandia Siti Nugraha Mauludiah mengatakan bahwa kasus-kasus tenaga kerja di Polandia kebanyakan dari kalangan PMI mandiri.

Oleh karena itu, menurut Siti Nugraha, skema pengiriman PMI mandiri belum saatnya diterapkan di Polandia karena rentan eksploitasi tenaga pekerja.
     
Selain adanya penipuan hak-hak PMI, kemudian imbas dari ramifikasi krisis sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19, kata dia, para pekerja mandiri sama sekali tidak mendapatkan perlindungan. Hal ini mengingat mereka bekerja tanpa dokumen kontrak kerja.

Meskipun banyak peluang bagi PMI, lanjut dia, faktor informasi kerja dan mitra agensi Polandia menjadi hal utama yang harus ada kepastian sebelum ada perjanjian kerja.

"Jangan hanya tergiur dengan angka nominal dan janji yang tidak masuk akal sebagaimana banyak pengaduan ke KBRI yang berasal dari pekerja mandiri kiriman Lachman di Lombok, salah satu calo tenaga kerja," kata Dubes Siti Nugraha.

Sementara itu, Korfung Protokol dan Konsuler KBRI Warsawa George Bisay Lekahena yang mendampingi WNI dari Warsawa ke perbatasan Polandia-Jerman mengatakan bahwa WNI membeli sendiri tiket kepulangan mereka.

Baca juga: 135 pekerja migran ilegal dipulangkan ke Tanjungbalai

Meski demikian, kata George Bisay Lekahena, fasilitasi pergerakan mereka memerlukan koordinasi dengan sesama fungsi konsuler dari ketiga perwakilan tersebut. Hal ini untuk memudahkan kelancaran pemulangan WNI di perbatasan dan proses keimigrasian di bandara internasional.

Selain itu, meminimalisasi biaya penginapan WNI sehubungan dengan kebijakan pembatasan jumlah penumpang pesawat.

Di samping itu, lanjut dia, antisipasi perubahan jadwal penerbangan, meminimalkan biaya transportasi, dan menghindari WNI terpapar COVID-19 dalam perpindahan transportasi antarkota dan antarnegara di Eropa.

Ia menegaskan bahwa KBRI juga perlu hadir untuk membantu WNI mengikuti proses protokol kesehatan dan aturan-aturan baru di bandara. Hal ini mengingat sebagian besar dari mereka adalah para PMI yang memiliki keterbatasan bahasa Inggris.   

Di perbatasan, kata dia, dilakukan serah terima kepada fungsi konsuler KBRI Berlin dan KJRI Frankfurt. Selanjutnya, difasilitasi keberangkatan dari Bandara Frankfurt menuju Schiphol Amsterdam untuk kembali ke Tanah Air.

Baca juga: Kasus corona di Polandia melonjak menjelang pelonggaran aturan

Baca juga: Polandia sudah bolehkan fans nonton langsung di stadion


Sejak 13 Juni, Polandia  telah membuka kontrol perbatasan dengan negara-negara Uni Eropa dan beberapa penerbangan internasional yang mulai beroperasi dari Bandara Chopin, bandara terbesar di Warsawa, antara lain Lufthansa (Jerman), KLM/Air France (Belanda), dan Wizzair (Hongaria).

Perusahaan penerbangan nasional Polandia, LOT Polish Airlines, akan memulai rute internasional di awal Juli mendatang, sedangkan jalur domestik buka sejak 1 Juni lalu.

Pekerja migran Indonesia di Polandia umumnya berkerja di sektor industri elektronik, otomotif, welders, pemotongan ayam, logistik, dan terapis/spa.

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar