Sudah 110 perawat di Jatim terinfeksi COVID-19, sebut PPNI

id perawat jatim,ppni,terpapar covid-19,virus corona

Foto semasa hidup almarhumah Ari Puspita Sari, perawat dari RS Royal Surabaya, yang meninggal akibat terinfeksi COVID-19. (FOTO ANTARA Jatim/HO-Instagram @khofifah.ip/FA)

Surabaya (ANTARA) - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur Prof Nursalam mengungkapkan ada sebanyak 110 perawat di provinsi itu yang terinfeksi COVID-19.

“Dari 110 perawat yang terpapar COVID-19, tujuh orang di antaranya meninggal dunia, termasuk lima perawat di Surabaya,” katanya ketika dikonfirmasi ANTARA di Surabaya, Senin malam.

Dari data PPNI Jatim, kata dia, Surabaya masih menempati peringkat pertama dengan 49 perawat yang terpapar COVID-19, kemudian Sidoarjo ada sembilan perawat, Tulungagung tujuh perawat, serta Probolinggo dan Jombang masing-masing empat perawat.

Berikutnya di Madiun, Malang, Banyuwangi dan Sumenep masing-masing dua perawat, lalu di Kediri terdapat satu perawat dan di beberapa daerah lainnya.

Ia mengatakan salah satu penyebab terus bertambahnya perawat yang terpapar COVID-19 ini adalah beban kerja yang tinggi hingga imun tubuh menurun.

DPW PPNI Jatim berharap perawat dapat menjaga nutrisi vitamin dan istirahatnya.

"Dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini menjadi tantangan bagi para perawat untuk terus maju dan jangan menyerah memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional," ucapnya.

Selain itu, diharapkan agar masyarakat mau jujur saat ditangani petugas medis agar jumlah perawat yang terpapar COVID-19 tidak semakin bertambah, demikian Nursalam.

Baca juga: Kematian perawat akibat corona melonjak dua kali lipat bulan terakhir

Baca juga: PPNI berduka atas wafatnya enam perawat pasien COVID-19

Baca juga: Dokter-perawat terinfeksi, positif COVID-19 di Pasuruan jadi 40 orang

Baca juga: PPNI advokasi dokter dan perawat COVID-19 yang ditolak pulang warga

Baca juga: Seorang perawat RSPI Sulianti Saroso meninggal dunia


Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar