140 WNI dari luar negeri dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet

id PMI,140 WNI,Warga Negara Indonesia,RSD Wisma Atlet,Pekerja Migran Indonesia,Repatriasi

RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat microlight trike yang dipiloti Mayor Teknik Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Kompleks ini semula adalah perkampungan atlet internasional yang dibangun untuk keperluan Asian Games XVIII/2018. ANTARA FOTO/Aditya P Putra

Jakarta (ANTARA) - Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Nasional I TNI, Kolonel Marinir Aris Mudian, mengatakan 140 WNI yang telah direpatriasi dari luar negeri dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet, di Jakarta Pusat.

"122 orang (pindahan) dari Wisma Pademangan dengan hasil uji usap positif Covid-19. Sementara, 18 orang menunjukkan hasil reaktif positif dari uji cepat," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Lebih rinci, 18 orang yang reaktif dari hasil uji cepat itu terdiri dari tiga pekerja migran Indonesia yang datang 5 Juni, satu orang PMI datang 7 Juni, satu orang PMI datang 14 Juni, satu orang PMI datang 15 Juni, enam orang PMI datang 18 Juni, lima orang PMI datang 19 Juni, satu orang PMI datang 20 Juni.

Baca juga: RS Darurat Wisma Atlet catat 3.123 pasien sembuh COVID-19

Sedangkan jumlah WNI dari luar negeri yang melaksanakan karantina di Jakarta berjumlah 3.803 orang dari total 28.252 orang yang menjalani repatriasi.

Selain 140 orang yang dikarantina di RS Darurat Wisma Atlet, 2.422 orang dikarantina di Wisma Karantina Pademangan dan 1.241 orang dikarantina di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta.

Mereka yang dibawa ke Wisma Pademangan yaitu 237 orang PMI dari Singapura, 371 orang PMI dari Taiwan, 215 orang PMI dari Hong Kong, 376 orang PMI dari Malaysia, 205 orang PMI dari Jepang, 35 orang PMI dari Korea Selatan.

Baca juga: Ini kelebihan RS darurat COVID-19 dari Pertamina

Selanjutnya 33 orang PMI dari Belanda, 103 orang PMI dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 103 orang PMI dari Qatar, 109 orang PMI dari Arab Saudi, 21 orang PMI dari Kamboja, 9 orang PMI dari Afrika, 24 orang PMI dari Uruguay, 48 orang PMI dari Filipina, 371 orang PMI dari Taiwan, 13 orang PMI dari Prancis, 4 orang PMI dari Jerman, dan 7 orang PMI dari Inggris.

Lalu, 124 orang PMI dari Brunei, 3 orang PMI dari Australia, 6 orang PMI dari Kuwait, 16 orang PMI dari Madrid, Spanyol, 8 orang PMI dari Amerika, 133 orang PMI dari Dubai, Uni Emirat Arab, 13 orang PMI dari Spanyol, 2 orang PMI dari Mesir, 1 orang PMI dari Denmark, 59 orang PMI dari Doha, Qatar, 28 orang PMI dari Uruguay, 1 orang PMI dari Swedia, 2 orang PMI dari Tanzania, 5 orang PMI dari Bahrain, 5 orang PMI dari Uni Emirat Arab, 2 orang PMI dari Irak, dan 1 orang PMI dari Iran.

Baca juga: Jubir Gugus Tugas sarankan Sulsel dirikan RS Darurat COVID-19

Sedangkan mereka yang karantina di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta berjumlah 1.241 orang yaitu di Penginapan Holiday (Holiday Inn) 185 orang, Mercure Harmoni 396 orang, Novotel 167 orang, Mercure Kemayoran 84 orang, Mercure Batavia 36 orang, Hotel Pullman 278 orang, Mercure Kota 94 orang, Hotel Borobudur 1 orang.

Jumlah PMI yang tercatat dikarantina hari ini berkurang 69 orang jika dibandingkan dengan data pada Senin (22/6). Kemarin, jumlah yang dikarantina sebanyak 3.872 orang dari 27.411 orang dari luar negeri yang telah pulang ke Indonesia (repatriasi).

Ia menyatakan, ada 24.449 WNI, dari beragam latar belakang dan profesi dari luar negeri sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Data itu bertambah 910 orang jika dibandingkan dengan data WNI, PMI, ABK, dan pelajar diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada Senin (22/6) kemarin yang berjumlah 23.539 orang.

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar