Jalan Layang Antasari Jaksel ideal untuk HBKB masa PSBB Transisi

id HBKB dialihkan, JLNT Antasari, Jakarta Selatan, wali kota jaksel, marullah matali, psbb transisi,HBKB,aa

Jalan Layang Antasari Jaksel ideal untuk HBKB masa PSBB Transisi

Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta, Minggu (14/1). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari ideal untuk Hari Bebas Kendaraan 
Bermotor (HBKB) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

"Kondisi Antasari yang di atas itu sangat beda dengan jalan dimana pun, karena berada di atas dan hanya ada satu akses keluar-masuk sehingga pengendalian untuk HBKB mudah-mudahan lebih mudah," kata Marullah di Jakarta, Rabu.

JLNT Antasari memiliki panjang empat kilometer lebih membentang dari arah Blok M hingga arah Cilandak.

Pemkot Jakarta Selatan telah menjadikan JLNT Antasari sebagai lokasi HBKB secara permanen sejak November 2019. Sebelumnya lokasi HBKB dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni JLNT Antasari dan Cilandak.

Menurut Marullah, dengan terpisahnya akses masuk dan keluar JLNT Antasari memudahkan untuk dilakukan pengawasan oleh Sudin Perhubungan maupun Satpol PP.

"Pengamanan dilakukan sesuai protap karena pintu masuknya cuma satu jadi lebih gampang pengendaliannya," kata Marullah.

Baca juga: Ini 32 lokasi HBKB dan ruang olahraga di DKI Jakarta
Baca juga: Jakpus tak izinkan pedagang berjualan di lokasi HBKB
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta, Minggu (14/1/2018). JLNT Antasari pertama kali digunakan untuk CFD dan jalur olahraga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) (.) (./)
Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan oleh masyarakat pada pelaksanaan HBKB Minggu (28/6) akan ada pengukuran suhu tubuh yang dilakukan oleh petugas.

Pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun" direncanakan dilakukan di pintu masuk JLNT Antasari. "Iya kita pakai itu (thermo gun), kira-kira di pintu masuk saja," katanya.

Selain itu, dilakukan pembatasan jumlah warga yang akan mengikuti aktivitas CFD di JLNT Antasari agar jarak fisik tetap terjaga.

Terkait jumlah, Marullah mengatakan sedang dilakukan perhitungan oleh instansi terkait mengenai kapasitas orang yang bisa beraktivitas di HBKB dengan ruas jalan yang tersedia sepanjang empat km.

"Untuk waktu kegiatan dimulai dari pukul 06.00 sampai dengan 10.00 WIB," kata Marullah.

Baca juga: Ini 8 ruas jalan di Jakpus untuk HBKB selama PSBB Transisi
Baca juga: Pimpinan DPRD DKI dukung HBKB dipindah ke lima wilayah
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta, Minggu (14/1/2018). JLNT Antasari pertama kali digunakan untuk CFD dan jalur olahraga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Selain itu, Pemkot Jaksel juga menyiapkan lokasi untuk olahraga warga di empat ruas jalan yang tersebar di empat kecamatan, yakni:

Jalan Sultan Iskandar Muda di Kecamatan Kebayoran Lama dimulai dari simpang Jalan KH Moh. Safei Hadzami sampai dengan simpang Jalan Cendrawasih.

Lalu di Jalan Tebet Barat Dalam Raya di Kecamatan Tebet, dimulai dari Kantor Kecamatan Tebet sampai pertigaan Pasar Tebet.

Selanjutnya Jalan Kesehatan Raya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan dan Jalan Cipete Raya di Kecamatan Cilandak.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan siap untuk mengimplementasikan kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang memindahkan HBKB ke wilayah dengan menyiapkan lokasi serta personel yang akan mengawasinya.

Persiapan ini dibahas dalam rapat pertemuan yang digelar tadi siang bersama Sudin Perhubungan, Satpol PP dan instansi terkait.

Persiapan CFD di wilayah Jakarta Selatan kembali akan dirapatkan keesokan harinya untuk mematangkan jumlah personel yang dilibatkan serta mekanisme pengaturan arus dan pengawasan protokol kesehatan.
Baca juga: Kasatpol PP: CFD bukan ditiadakan tapi disebar tanpa aktivitas ekonomi

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar