Jambi sudah bisa lakukan uji swab COVID-19 secara mandiri

id Jambi sudah bisa tes PCR secara mandiri,covid-19

Jambi sudah bisa lakukan uji swab COVID-19 secara mandiri

Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi, Ketua IDI Jambi dr Dery dan Wali Kota Jambi usai meninjau laboratorium di BPOM untuk pelaksanaan tes PCR COVID-19. Jambi sudah bisa melaksanakan tes PCR COVID-19 secara mandiri. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Saat ini di Provinsi Jambi sudah bisa melakukan uji usap (swab) atau tes Polymerace Chain Reaction (PCR) pasien COVID-19 secara mandiri.

“Hari ini kita meninjau laboratorium di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pelaksanaan uji swab atau tes PCR di Jambi.  Harapannya ini dapat mempercepat diagnosis pasien COVID-19,” kata Gubernur Jambi Fachrori Umar di Jambi, Kamis.

Uji usap atau tes PCR secara mandiri di daerah itu dilaksanakan dengan bekerjasama antar instansi di daerah itu, di antaranya Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, BPOM, Universitas Jambi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jambi.

Fachrori berharap uji usap yang sudah bisa dilaksanakan secara mandiri di Jambi tersebut dapat mempercepat proses memutus mata rantai penularan COVID-19.

Baca juga: Rekor di Jambi, 20 PDP dinyatakan sembuh dalam sehari

Baca juga: Sabet dua kategori, Jambi juara inovasi kehidupan normal baru


Sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa pada Kamis ini telah dilaksanakan uji coba tes PCR tersebut di laboratorium BPOM Jambi. Pada Senin mendatang sudah bisa dilaksanakan untuk melakukan tes PCR terhadap sampel pasien reaktif rapid tes COVID-19 di daerah itu.

“Dengan ini hasil uji usap yang biasanya baru dapat diketahui selama sembilan sampai sepuluh hari sudah bisa diketahui dalam satu hari,” kata Syarif Fasha.

Dijelaskan Fasha, jika hasil uji usap dapat diketahui dalam waktu yang tidak lama maka gugus tugas COVID-19 di kabupaten dan kota dapat mengambil langkah cepat untuk melakukan tindakan terhadap pasien COVID-19.

Di contohkan Fasha, selama ini pasien COVID-19 harus menunggu dan menjalani perawatan cukup lama untuk mengetahui hasil uji. Jika hasil uji dapat diketahui dalam jangka waktu yang tidak lama, maka pasien COVID-19 yang telah sembuh dapat segera di pulangkan. Begitu pula terhadap pasien yang hasil tes cepat (rapid test) reaktif yang menunggu hasil uji usap.

“Hal ini dapat mengurangi risiko pasien yang telah sembuh terpapar COVID-19 kembali,” kata Syarif Fasha.

Tes PCR atau Uji swab tersebut tidak hanya di peruntukan untuk pasien COVID-19 di Kota Jambi. Namun, di peruntukan untuk seluruh pasien COVID-19 di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, dimana melalui pemerintah Kota Jambi, Temasek Foundation Singapura memberikan bantuan pereaksi kimia atau reagen untuk sepuluh ribu kali uji usap atau tes PCR.*

Baca juga: Guru pesantren di Batanghari jalani tes cepat

Baca juga: 10 pasien COVID-19 di Jambi sembuh, total 37 orang


Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar