PSIS Semarang persiapkan diri hadapi lanjutan Liga 1

id Psis semarang, ceo.psis, yoyok sukawi,liga1, liga indonesia

Dok - Yoyok Sukawi memberikan keterangan pers tentang sanksi diskualifikasi PSIS dari keikutsertaannya pada babak delapan besar Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia, di Semarang, Jateng, Rabu (29/10). (ANTARA FOTO/R. REKOTOMO)

Semarang (ANTARA) - PSIS Semarang telah menyiapkan diri menghadapi lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 yang akan kembali bergulir dalam keadaan luar biasa di tengah pandemi COVID-19.

CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya di Semarang, Senin, mengatakan, langkah awal yang dilakukan tim kebanggan Ibu Kota Jawa Tengah ini yakni mengumpulkan direksi dan seluruh unsur manajerial tim untuk menyiapkan hal apa saja yang harus disiapkan.

Ia menjelaskan ada pembagian tugas yang nantinya akan dilakukan oleh jajaran manajerial dalam menghadapi lanjutan kompetisi.

Baca juga: PSSI resmi putuskan Liga 1, 2, dan 3 bergulir mulai Oktober 2020

Menurut dia, beberapa hal yang perlu dipersiapkan menjelang bergulirnya kembali kompetisi pada Oktober 2020 itu antara lain komunikasi dengan sponsor, jajaran pelatih dan pemain, serta pihak ketiga.

"Kami menyiapkan negosiasi ulang dengan pemain dan ofisial tim," kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.

Selanjutnya, kata dia, tim akan menyiapkan program serta jadwal latihan yang akan dijalani jelang kelanjutan kompetisi.

Baca juga: PSSI persilakan klub potong gaji pemain dan pelatih pada lanjutan liga

"Program latihan serta persiapan tim akan disampaikan setelah negosiasi ulang dengan para pemain tuntas," katanya.

Ia menambahkan terdapat banyak hal yang harus disiapkan menyusul keputusan kelanjutan Liga 1 Indonesia, termasuk kebijakan pertandingan tanpa penonton.

Sebelumnya, PSSI memutuskan untuk kembali menggelar lanjutan Kompetisi Liga 1 Indonesia dalam keadaan luar biasa pada Oktober 2020.

Baca juga: Kiper PSIS Semarang manfaatkan libur kompetisi untuk melatih

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar