Asosiasi ecommerce: Ekonomi digital kunci perkuat negara menengah atas

id asosiasi ecommerce,idEA,ekonomi digital,negara menengah atas

Ilustrasi - Prospek bisnis daring. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menilai ekonomi digital menjadi kunci bagi negara-negara untuk mempertahankan status sebagai negara berpendapatan menengah atas.

Ketua Umum idEA Ignatius Untung mengatakan bahwa ekonomi digital menjadi kunci bagi negara-negara yang berada di peringkat negara berpendapatan menengah ke atas sekaligus alat untuk mempertahankan status tersebut.

"Betul, karena banyak negara-negara sudah menuju ke ekonomi digital," ujar Untung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, untuk perekonomian ke depannya di negara-negara manapun, baik itu negara maju dan berkembang, digitalisasi menjadi opsi penting.

Artinya, lanjutnya, tidak bisa dipungkiri perekonomian digital menjadi hal penting saat ini mengingat banyaknya pelaku usaha yang bertransformasi ke ranah daring (online).

"Untuk bisa memastikan bahwa perekonomian digital kita dapat terus berkembang sebenarnya terdapat beberapa faktor, pertama mengenai penetrasi jaringan broadband internet karena kalau hal ini tidak ada maka kenyamanan pelaku usaha dapat terganggu," katanya.

Faktor kedua mengenai literasi digital, kalau akses internetnya sudah tersedia namun penggunanya tidak memahami fitur digital atau daring maka akan sulit untuk memacu ekonomi digital.

Literasi digital bisa dilakukan melalui dua cara, pertama melalui pelatihan dan cara kedua adalah dengan cara dipaksa bertransformasi. Dipaksa disini maksudnya ketika banyak pelaku usaha mulai berbondong-bondong masuk ke ranah digital, maka secara otomatis pihak-pihak lainnya akan ikut bertransformasi ke daring agar tidak ketinggalan.

Menurut Ignatius Untung, pemerintah bisa turut membantu menggalakkan literasi digital dengan cara membantu dan memberikan bimbingan kepada para pelaku usaha yang ingin mengurus perizinan secara online baik seperti pembimbingan secara tatap muka atau kelas bimbingan pengurusan izin online di kantor perizinan.

"Bayangkan jika semua kebutuhan yang berhubungan dengan institusi pemerintah dilakukan lewat cara seperti itu, maka lama-lama orang akan terbiasa menggunakan applikasi digital," katanya.

Di sisi lain para pelaku ekonomi digital juga mulai mendorong pelaku usaha dan masyarakat untuk bertransformasi ke ranah daring melalui layanan-layanan berbasis digital.

Faktor ketiga yang berhubungan langsung antara pemerintah dengan perusahaan platform digital dan marketplace daring yakni aturan dan regulasi. Kalau bisa aturan dan regulasi dari pemerintah jangan memberatkan para pelaku ekonomi digital dulu.

Baca juga: Asosiasi Ecommerce harap presiden perkuat ekonomi digital

Baca juga: Peneliti ingin swasta lebih dilibatkan dalam regulasi ekonomi digital

Baca juga: Indonesia dorong APEC fokus garap ekonomi digital setelah pandemi

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar