Wagub ingatkan pekerja Bendungan Pamukkulu patuhi protokol kesehatan

id bendungan pammukkulu

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan meninjau progres pembangunan Bendungan Pamukkulu Takalar.ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan kepada  pekerja pembangunan Bendungan Pamukkulu Kabupaten Takalar agar selalu memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan dimanapun berada tetap harus disiplin sebagai upaya memutus mata rantai panyebaran COVID-19.

Baca juga: Wagub Sulsel paparkan perkembangan Bendungan Pammukkulu

"Ini olah raga (terpapar matahari) bisa tingkatkan imun," ujar Wagub Andi Sudirman dalam keterangannya, Jumat.

Andi Sudirman mengaku bersyukur di tengah pandemi COVID-19, pembangunan Bendungan Pamukkulu ternyata tetap bisa berjalan dan progresnya sudah sekitar empat persen.

"Berbagai persoalan ditemukan di lapangan seperti pembayaran pembebasan lahan, sekitar 30 bidang sementara berproses. Pembebasan kawasan hutan yang akan di follow up ke KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) pusat untuk 16 hektare saat ini sudah lengkap berkas berita acara dan tata batas," jelasnya.

Baca juga: Bendungan Paselloreng dipastikan beroperasi 2020

Ia optimistis dengan sinergitas Pemda Takalar, Pemprov, Balai Besar, BPN, Kajari, Ketua Pengadilan, Kapolres, Dandim, serta seluruh instansi terkait lainnya, proyek ini bisa selesai.

Sebagai informasi, Bendungan Pamukkulu akan mengairi sawah dengan kapasitas 6.000 hektare, bermanfaat sebagai pembangkit tenaga air, air baku, serta pengendali potensi banjir.

"Kita komitmen bersama untuk selesaikan demi kemaslahatan warga Takalar dan sekitarnya," tegasnya.

Baca juga: Pemerintah targetkan bendungan Passeloreng dan Karraloe rampung 2019

Bendungan Pamukkulu ini merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek ini sempat terhenti selama hampir dua tahun. Kontrak proyek ini tahun 2018 lalu. Namun akhir tahun 2019 kembali efektif dikerjakan. Proyek ini sempat terhenti dikarenakan masalah lahan.

Bendungan ini nantinya bermanfaat langsung untuk masyarakat Takalar sendiri dan mampu mengaliri sawah sekitar 6.150 hektare.

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar