Polda Metro kerahkan 1.807 personel gabungan saat Operasi Patuh Jaya

id Polda metro jaya,Operasi patuh,Patuh jaya,Tilang elektronik,Operasi Patuh Jaya

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana (tengah) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) memberikan paparan Operasi Patuh Jaya 2020 di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (23/7/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta (ANTARA) - Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana mengatakan sebanyak 1.807 petugas gabungan dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2020 yang berlangsung selama 14 hari pada 23 Juli 2020-5 Agustus 2020.

"Kita akan melaksanakan operasi dengan sandi Patuh Jaya 2020 dengan menyiagakan 1.087 personel gabungan Polri, TNI dan Pemprov DKI Jakarta," kata Nana di lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Nana mengatakan tujuan Operasi Patuh Jaya 2020 adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Angka kecelakaan lalu lintas tersebut terbilang cukup besar. Sementara untuk data pelanggaran lalu lintas sebanyak 484.382 pelanggaran," katanya.

Baca juga: Lewat jalur busway, seorang oknum ASN melawan polisi saat ditilang
Baca juga: Polisi sita SIM oknum ASN yang buang surat tilang di jalur busway
Baca juga: Operasi Patuh Jaya, Polrestro Jaksel kerahkan 86 personel

Ada lima jenis pelanggaran yang menjadi sasaran utama pada operasi ini. Yakni pelanggaran melawan arus, pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm, melanggar marka jalan, melintas di bahu jalan tol dan penggunaan rotator yang tidak untuk peruntukannya.

Operasi Patuh Jaya 2020 juga menyasar pelanggaran protokol kesehatan oleh pengguna jalan dalam rangka untuk mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar