Tim SAR gabungan temukan dua korban perahu terbalik di Mamberamo Raya

id kecelakaan perahu mamberamo raya,tim sar gabungan

Enam dari 11 penumpang perahu tenggelam yang berhasil menyelamatkan diri di perairan Mamberamo Raya. (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Tim SAR gabungan menemukan dua dari lima orang yang sebelumnya dinyatakan hilang saat perahu berpenumpang 11 orang tenggelam di perairan Mamberamo Raya.
 
Kepala SAR Biak Gusti Anwar kepada ANTARA, Kamis mengatakan lima penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang adalah Baldut Sodat, Kristian Dabanum, istri dari Kristian bserta anaknya dan Yakob Bosararisi.

"Tim SAR Gabungan pada Rabu Sore (22/7) menemukan satu penumpang selamat atas nama Baldus Sodat dan selanjutnya pada Kamis, tim menemukan jasad Kritian Dabanum," katanya. 

Dengan ditemukannya dua korban, satu selamat dan satu meninggal maka masih terdapat tiga orang penumpang yang belum ditemukan. Ketiganya adalah Yakob Bosararisi, istri dari Kristian beserta anaknya berusia tiga tahun, kata Anwar yang dihubungi dari Jayapura.
 
Dari laporan yang diterima,  insiden itu berawal saat perahu motor berpenumpang 11 orang, Selasa (21/7) dari Serui, Kabupaten Kep. Yapen menuju Kampung Gesa, Distrik Benuki, Kabupaten Memberamo Raya.

Baca juga: Lima penumpang hilang dalam kecelakaan laut di perairan Mamberamo Raya

Kecelakaan laut di perairan Kabupaten Mamberamo Raya, pada Selasa (21/7) menyebabkan lima dari 11 penumpang perahu motor dinyatakan hilang dalam perjalanan di sekitar kampung Kaipuri dan Muarakali Barapasi.

Insiden tersebut diketahui setelah salah satu penumpang yakni Brigpol Lambert Fonataba (33 th) Kapospol Benuki Polres Mamberamo Raya melaporkan kejadian yang mereka alami.

Selain Brigpol Lambert, lima orang lain yang selamat dengan berenang ke pantai yaitu Karel Fonataba, Riana Naudetom, Geis Kayoi, Saul Karubaba dan Muayai.

Gusti mengatakan, SAR mengirim satu tim dari Serui untuk melakukan pencarian bersama satuan lain dan masyarakat. Pencarian akan dilanjutkan Jumat (24/7), tambah Gusti Nyoman.

Pewarta : Evarukdijati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar