Legislator: Banyak korban bencana di Sigi perlu perhatian pemerintah

id batuan

Seorang anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah, matindas J Rumambu dalam masa reses didaerah ini menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat yang ada di Desa Maramata, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Masyarakat di desa itu selama ini bergantung dari hasil pertanian, namun selama dua tahun terakhir tidak bisa mengolah sawah, karena irigasi Gumbasa rusak total dan sedang dalam upaya perbaikan. (Foto Antara/Anas Masa) (Antara/Anas Masa)

Sigi (ANTARA) - Legilaslator PDI Perjuangan di DPR RI Matindas J Rumambi mengatakan masih banyak warga di Kabupaten Sigi yang membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat dan daerah sebab mereka masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dampak bencana alam gempabumi dan likuefaksi pada 2018.

"Belum lagi pulih dari dampak bencana alam gempa dan likuefaksi, kini mereka harus menghadapi kenyataan pahit akibat pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi semakin terpuruk," katanya saat mengunjungi warga Desa Maranata, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Kamis.

Ia mengatakan bahwa kehadirannya di desa itu adalah dalam rangka masa reses guna melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Matindas memberikan bantuan bahan makanan merupa beras sebanyak 4,5 ton kepada masyarakat Desa Maranata, salah satu desa di Kabupaten Sigi yang pada dua tahun lalu terdampak cukup berat oleh gempabumi.

Baca juga: Korban gempa Sigi mulai nikmati dana stimulan pembangunan rumah rusak

Selama pascagempa hingga pandemi COVID-19, ratusan KK warga desa itu mengalami kesulitan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup mereka karena belum bisa menggarap lahan pertanian sebagai sumber utama penghasilan keluarga mereka. Areal pertanian dan saluran irigasi di desa tersebut porak-poranda diterjang gempabumi dan likuefaksi.

Irigasi Gumbasa yang selama ini merupakan sumber air satu-satunya untuk lahan pertanian mengalami kerusakan total dan masih dalam proses perbaikan oleh Kementerian PUPR.

Para petani, kata dia, sangat berharap pemerintah mengenjot pembangunan irigasi Gumbasa agar cepat selesai dan petani tidak lagi kesulitan air untuk lahan persawahan dan hortikultura.

Menurut dia, perbaikan jaringan irigasi yang rusak sebagai dampak dari bencana alam gempa maupun banjir harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Rotary Internasional bangun 32 lapak untuk korban gempa di Sigi

Karena petani tentu tidak bisa mengolah lahan pertanian jika tidak didukung dengan ketersediaan air, seperti yang selama dua tahun terakhir ini dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Sigi menyusul rusaknya jaringan irigasi Gumbasa.

James, seorang petani di Desa Maranata menyatakan sangat gembira mendapat bantuan beras dari salah seorang anggota legislatif pusat.

"Bantuan ini sangat menolong kami, sebab harga beras di pasaran cukup mahal,sementara daya beli menurun akibat bencana gempa dan pandemi COVID-19," kata dia.

Data Pemkab Sigi menyebutkan luas areal lahan pertanian yang terdampak bencana alam gempa di daerah itu tercatat sekitar 7.000 hektare tersebar di sejumlah kecamatan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sedang memperbaikan kembali jaringan irigasi Gumbasa yang rusak total akibat gencana gempa tersebut dan pada tahap pertama sudah selesai dibangun jaringan irigasi untuk mengairi sekitar 1.000 ha dari 7.000 hektare lahan kemampuan irigasi mengairi sawah.

Baca juga: Wamen PUPR: Rekonstruksi Irigasi Gumbasa di Sigi harus selesai 2022
(T.BK03/)
Ini kondisi sekarang irigasi Gumbasa setelah diperbaiki, baru bisa mengairi sawah selesau 1.000 hektare di Sigi, Sulteng.


 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar