Dua juta atlet esports bertanding di Free Fire Fall Season 2020

id Free Fire,FFML,FFIM,Free Fire Master League

Rangkaian turnamen esports Free Fire Fall Season 2020 dimulai dengan Free Fire Master League (FFML) Season II pada 8 Agustus-19 September, dan ditutup dengan Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Fall pada September-Oktober.(ANTARA/HO/Garena Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak dua juta atlet esports akan bertanding dalam rangkaian turnamen esports Free Fire Fall Season 2020 yang berlangsung mulai Agustus hingga Oktober untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp2 miliar.

Rangkaian turnamen dimulai dengan Free Fire Master League (FFML) Season II yang berlangsung 8 Agustus-19 September. Kemudian ditutup dengan Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Fall pada September-Oktober.

Direktur Garena Indonesia, Hans Kurniadi Saleh dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa akan ada 18 tim esports profesional yang bertanding dalam turnamen FFML Season II untuk merebut hadiah total Rp1,2 miliar.

Baca juga: Garena gelar turnamen Free Fire berhadiah total Rp1,2 miliar

Sebanyak 18 tim tersebut, yaitu Evos Esports, RRQ Hades, Aura Esports, Team Aerowolf, Onic Olympus, Bigetron Bit, Boom Esports, Dranix Vendetta, Red Bull Rebellion, DG Esports, Boss Titan, Island Of Gods, Onic Ares, First Raiders Bravo, DG Eternal, Boss Knightmare, Saudara Esports, dan Louvre King.

Tak hanya itu, persaingan di FFML Season II akan semakin kompetitif karena akan turut menghadirkan Onic Olympus yang baru saja memenangi Free Fire Indonesia Masters 2020 Spring, EVOS Esports yang menjadi juara dunia di turnamen internasional Free Fire World Cup 2019, dan Island Of Gods yang menjuarai turnamen regional Free Fire Asia Invitationals 2019.

Dengan menggunakan sistem liga, enam tim terbaik nantinya berhak mendapatkan satu tempat langsung menuju babak Grand Final turnamen tingkat selanjutnya, yakni FFIM 2020 Fall.

Baca juga: 9 kompetisi esports untuk temani "social-distancing" di rumah

Adapun pendaftaran FFIM 2020 Fall akan dibuka untuk umum sehingga memberikan kesempatan bagi atlet esports amatir di seluruh Indonesia untuk bertanding dengan atlet profesional di panggung kompetitif.

“Tujuan kami ada dua, yaitu mencari bibit esports dari seluruh Indonesia. Jadi kami selalu mengadakan (turnamen) mulai dari grassroots, nasional, dan internasional untuk memberikan kesempatan bagi tim Indonesia agar bisa terus berlatih,” tutur Hans.

“Kami juga ingin mengutamakan inklusivitas. Bukan hanya tim esports profesional, tapi semua tim di Free Fire Master League akan dapat slot ke semifinal.”

Tim dengan perolehan poin tertinggi di FFIM 2020 Fall tak hanya akan mewakili Indonesia di turnamen Free Fire internasional, tetapi juga berkesempatan untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp800 juta.

Baca juga: Karakter Jota populer di game Free Fire


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar