BPBD Karo sebut tanaman pertanian rusak parah dampak letusan Sinabung

id berita sumut,bpbd karo kerusakan lahan pertanian , berita medan terkini,bpbd karo kerusajan lahan pertanian di naman teran cukup parah

Kerusakan areal lahan pertanian di beberapa kecamatan akibat erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumut, Natanail Perangin-angin mengatakan tanaman  pertanian di daerah itu terutama di Kecamatan Naman Teran mengalami kerusakan cukup parah dampak letusan Gunung Sinabung.

"Kerusakan untuk tanaman kentang seluas 191 hektare, kubis 141 hektare, kol bunga 111 hektare, dan petai 137 hektare," ujar Natanail dihubungi dari Medan, Selasa.

Kemudian tanaman cabai besar seluas 192 hektare, tomat 99 hektare, buncis 25 hektare, dan 9 hektare cabai rawit.

Baca juga: Gunung Sinabung kembali meletus, tinggi kolom abu 5.000 meter

"Gagal panen dialami warga maupun petani di Kecamatan Naman Teran karena tanaman mereka kelihatan layu seperti terbakar, dan tidak tumbuh subur lagi," ujarnya.

Natanail menjelaskan hancurnya tanaman pertanian warga tersebut, jelas menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Bahkan sulit rasanya bagi masyarakat untuk memulihkan perekonomian mereka pada pandemi COVID-19 saat ini.

Baca juga: Erupsi Gunung Sinabung mengatrol harga buah dan sayur di Kota Langsa

"Kerusakan lahan pertanian di Naman Teran paling parah, jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya seperti Kecamatan Berastagi, Kecamatan Dolat Rayat dan Kecamatan Merdeka yang terdampak letusan Gunung Sinabung," katanya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8) sekira pukul 10.16 WIB kembali meletus menyemburkan abu vulkanik dan material lainnya. 

Ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter di atas puncak atau 7.460 meter dari atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Baca juga: Waspadai lahar panas erupsi Gunung Sinabung, sebut BPBD Karo

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Tingkat III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari Puncak Gunung Sinabung. Kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Sebelumnya pada Sabtu (8/8) dini hari pukul 01.58 WIB, Gununv Sinabung sudah meletus  dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak (lebih kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut).

Baca juga: Abu vulkanik letusan Gunung Sinabung sampai ke Langkat

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur.Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik.

Tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terkena dampak letusan Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter.

Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Dolat Rakyat, dan Kecamatan Merdeka.

Baca juga: Pemkab Karo bersihkan abu vulkanik Sinabung di sejumlah lokasi

 

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar