Sri Mulyani sebut 205 "awardee" LPDP berkontribusi tangani COVID-19

id Sri Mulyani,LPDP,Beasiswa LPDP

Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan sebanyak 205 penerima beasiswa atau awardee dan alumni dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkontribusi dalam menangani pandemi COVID-19.

“LPDP juga melakukan upaya untuk mendukung penanganan pandemi COVID-19 ini,” katanya dalam acara MoU antara Badan PPSDM Kemenkes dengan LPDP di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani mengatakan para awardee tersebut merupakan mereka yang terlibat di bidang medis, perumusan kebijakan, peneliti, pengembang teknologi informasi (TI), edukasi dan komunikasi.

Baca juga: LPDP danai riset 22 institusi pendidikan dan penelitian

“Mereka juga ikut di dalam Gugus Tugas dengan inisiasi dari sisi donasi yang bisa dikumpulkan dan dimobilisir untuk memberi bantuan dalam menghadapi COVID-19,” ujarnya.

Terlebih lagi, ia menyatakan terdapat satu penerima beasiswa LPDP yang turut menjadi bagian dalam pengembangan vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh University of Oxford di Inggris.

Tak hanya itu, ia menjelaskan sejak 2014 sampai 2019 LPDP juga telah merekrut 594 dokter umum untuk menempuh pendidikan spesialis di berbagai bidang yang selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.

Sri Mulyani menyatakan hal tersebut sangat membantu dalam mengatasi tantangan besar di bidang kesehatan Indonesia yaitu akses layanan kesehatan untuk masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

Baca juga: Tiga milenial penerima beasiswa negara ini bicara di Scholarship Expo

Di sisi lain, Sri Mulyani tak memungkiri bahwa mayoritas alumni beasiswa spesialis LPDP masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sehingga ia berharap penyebarannya dapat diratakan di berbagai daerah.

“Kita berharap lokasi alumni beasiswa spesialis dapat diratakan di berbagai daerah sesuai dengan tujuan nasional menciptakan pelayanan kesehatan yang merata dan adil,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para alumni dan penerima beasiswa LPDP dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak agar Indonesia semakin mampu mencetak manusia berkualitas.

“Ini bagian untuk meraih cita-cita Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.

Baca juga: Presiden: anggaran pendidikan untuk beasiswa hingga pembangunan

Baca juga: Menkeu minta alumni LPDP mampu munculkan solusi

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar