WHO: Krisis fasilitas kebersihan jadi kendala utama pembukaan sekolah

id Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Krisis fasilitas kebersihan , pembukaan sekolah

Arsip: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedrod Adhanom Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019). REUTERS/Denis Balibouse/djo/wsj.

Jenewa (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis mengatakan bahwa salah satu kendala utama untuk kembali membuka sekolah di seluruh dunia adalah kurangnya fasilitas dasar untuk mencuci tangan.

Berbicara saat pengarahan COVID-19 mingguan, dirjen WHO menyebutkan bahwa dua dari lima sekolah di seluruh dunia mengalami krisis fasilitas untuk mencuci tangan, yang berdampak pada sekitar 818 juta anak.

"Dalam menghadapi pandemi COVID-19, di mana kebersihan tangan merupakan salah satu rekomendasi penting untuk menjaga keselamatan, ini menjadi kendala utama," katanya.

"Masalah ini berangkat dari pandemi saat ini, dan dampaknya menjangkau secara luas, mencakup berbagai penyakit menular," tambahnya.

Saat pemerintah di seluruh dunia berupaya membuka kembali sekolah secara aman sesuai dengan arahan PBB dan Bank Dunia, Tedros menekankan bahwa fasilitas air, sanitasi dan kebersihan "harus menjadi prioritas" dan "masa depan anak-anak kami bergantung pada itu."

Sumber: Xinhua

Baca juga: WHO: Menghentikan klaster menyebar ke komunitas kunci perangi corona
Baca juga: WHO peringatkan tidak ada solusi sederhana untuk COVID-19

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar