Dokter positif COVID-19, Puskesmas Abeli-Kendari ditutup sementara

id Dokter positif COVID-19,Puskesmas Abeli,Kendari,Sultra,corona

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara saat melakukan tes cepat kepada warga Kota Kendari di Posko GTPP COVID-19. (FOTO ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pelayanan kesehatan di Puskesmas Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa ditutup sementara akibat adanya seorang dokter yang terpapar positif virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg Rahminingrum P, M.Kes, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat, di Kendari membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, ada salah satu dokter yang terpapar COVID-19, dan untuk pelayanan di puskesmas itu kita sudah lakukan penutupan mulai hari ini (14/8) sampai 14 hari ke depan," kata Rahminingrum.

Ia menjelaskan bahwa dokter yang positif  COVID-19 di Puskesmas Abeli Kota Kendari itu berjenis kelamin laki-laki dan merupakan dokter umum.

"Dokter umum, laki-laki, usianya saya belum tahu, yang jelas dokternya masih muda," katanya.

Ia mengakui belum mengetahui di mana dokter tersebut terkena COVID-19, namun dijelaskan bahwa kondisi dokter tersebut saat ini dalam kondisi baik dan tengah menjalani perawatan di RS Kota Kendari.

"Kalau terpaparnya dari mana, ya... bisa saja karena profesinya, karena pekerjaannya. Tapi kondisinya beliau sehat-sehat," katanya.

Akibat adanya dokter yang terkena COVID-19, kini pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Abeli dipindahkan, Bagi pasien rawat jalan dipindahan ke Puskesmas Nambo, sementara pasien rawat inap dialihkan ke Puskesmas Poasia, demikian Rahminingrum P.

Baca juga: Hasil tes cepat balita di Kendari dinyatakan positif COVID-19

Baca juga: Perawat RSUD Bahteramas Kendari dan suami dinyatakan positif COVID-19

Baca juga: Wali Kota Kendari sumbangkan gaji enam bulan atasi darurat COVID-19

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar