idEA sambut baik inisiatif pemerintah membangun infrastruktur digital

id idea,asosiasi ecommerce,infrastruktur digital,aa

Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 9,4 juta UMKM sudah menggunakan atau memasarkan produknya melalui pasar e-commerce dan mendapatkan manfaat penggunaan teknologi digital untuk transaksi lintas batas. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr/pras

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menyambut baik inisiatif pemerintah dalam RAPBN 2021 yang akan melakukan pembangunan infrastruktur digital.

"Kami menyambut sangat baik inisiatif ini mudah-mudahan bisa didorong sesegera mungkin," ujar Ketua idEA Ignatius Untung saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Presiden: Pandemi COVID-19 tunjukkan pentingnya infrastruktur digital

Menurut dia, sebenarnya pandemi ini menunjukkan kepada semua orang bahwa teknologi digital dan informasi itu bukan monopoli segelintir orang saja.

"Tiba-tiba pengusaha yang tadinya tidak mengerti digital sama sekali mau tidak mau harus mengerti, bahkan sampai anak sekolah dan guru harus mau memahami teknologi digital. Kita dalam hal ini "disadarkan" bahwa memang teknologi digital merupakan sesuatu yang harus dimanfaatkan bersama-sama," katanya.

Namun, lanjut Ketua idEA itu, kendala di Indonesia yakni masih selalu berkutat pada masalah infrastruktur karena penyebaran ekonomi yang tidak merata di mana infrastruktur kebanyakan dibangun di kota-kota besar aja.

Baca juga: Memindahkan UMKM ke ekosistem digital, lompatan besar lewati krisis

Jika infrastruktur digital telah dibangun maka tidak akan ada lagi kesenjangan dan keterlambatan koneksi Internet, mengingat semua masyarakat dari Sabang sampai dengan Merauke memiliki kesempatan untuk mengakses e-commerce hingga pendidikan online.

"Untuk benar-benar bisa memanfaatkan itu infrastrukturnya harus dibangun, kalau infrastrukturnya tidak dibangun maka konektivitas digital akan terhambat. Jika secara teknologi ada tapi kalau jalannya (infrastruktur digital) ke sana dalam bentuk koneksi Internet broadband tidak ada maka percuma juga," kata Ignatius Untung.

Baca juga: Pidato Presiden atas RUU RAPBN 2021 dan Nota Keuangan

Pembangunan infrastruktur pada 2021 oleh pemerintah dianggarkan sekitar Rp414 triliun yang utamanya untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, serta peningkatan konektivitas.

Menurut Presiden Joko Widodo dalam pidatonya mengenai RAPBN 2021, pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa ketersediaan dan berfungsinya infrastruktur digital menjadi sangat penting dan strategis. Dengan demikian, belanja infrastruktur salah satunya diarahkan untuk penguatan infrastruktur digital.

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar