Tak butuh waktu lama bagi Spasojevic untuk cinta NKRI

id Spasojevic,Bali United,Liga Indonesia

Pesepak bola Bali United Ilija Spasojevic berlatih secara mandiri di Lapangan Trisakti Sakti, Legian, Badung, Bali, Kamis (25/6/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Jakarta (ANTARA) - Penyerang andalan Bali United Ilija Spasojevic mengungkapkan bahwa dirinya tidak butuh lama untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan akhirnya memutuskan untuk jadi WNI.

Sejak datang ke Indonesia pada 2011 lalu ia membela Bali Dewata kemudian bergabung dengan PSM Makassar tak lama setelahnya dan bertahan selama dua musim. Ketika di PSM inilah hasrat untuk menjadi WNI muncul.

Menurut Spaso seperti dilansir laman resmi tim yang dipantau di Jakarta, Senin, keramahan masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa ia memutuskan untuk melepas kewarganegaraan Montenegro-nya.

Baca juga: Spaso apresiasi pemanggilan pemain timnas U-19 ke TC senior
Baca juga: Anaknya alami musibah jadi alasan Spaso belum gabung TC timnas


"Ya, saya pikir ketika mulai berkarier di Indonesia, semua orang ramah dengan saya. Semua orang tersenyum dan saling membantu," kata Spaso.

"Pada waktu itu tahun 2012, saya memutuskan bahwa saya mau menjadi warga negara Indonesia. Hingga akhirnya tahun 2017, saya resmi menjadi warga negara Indonesia," kata dia menambahkan.

Penantian panjang Spaso untuk menjadi WNI akhirnya terbayar 2017 saat membela Bhayangkara FC. 

"Tahun 2017 tentu momen spesial untuk saya dan keluarga karena sudah menjadi bagian dari Indonesia. Kedua anak saya yang lahir bukan di Indonesia, saya arahkan untuk menjadi 100 persen orang Indonesia. Indonesia sudah seperti rumah untuk saya dan keluarga," kata dia.

Di sisi lain, keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan di Indonesia dan hidup berdampingan serta penuh kedamaian menjadi faktor lain yang membuat dia membulatkan tekad menjadi WNI. Berbeda dengan negara asalnya yang dilingkupi sejarah kelam.

"Saya melihat semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika seperti Unity in Diversity. Saya suka cara hidup seperti itu. Saya datang dari negara yang terpecah dan melihat Indonesia berbeda. Banyak agama, suku, budaya, pulau, bahasa dan perbedaan lainnya. Tapi semua perbedaan itu menjadi satu dalam merah putih," kata dia.

Baca juga: Teco yakin skuad Bali United bugar sebelum ke Vietnam
Baca juga: Jadwal pertandingan Bali United di sisa laga Piala AFC

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar