Polda Sumut gunakan watercanon bersihkan debu erupsi Sinabung

id erupsi gunung sinabung

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin saat berkunjung ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung. Kabupaten Karo. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Polda Sumatera Utara akan menggunakan watercanon untuk membersihkan debu vulkanik dalam upaya penanggulangan dampak erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, saat melaksanakan rapat terbatas bersama Forkopimda Sumut, dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung, di Makoramil 04/SE, Selasa.

Kunjungan kerja Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkomimda) Sumut ke Kabupaten Karo itu dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah.

Dalam pemaparannya di hadapan Forkopimda Sumut, Dandim 0205/TK, Letkol Inf Yuli Eko Hadiyanto menerangkan unsur TNI-Polri telah bekerja secara maksimal dalam menanggulangi bencana erupsi Sinabung.

Baca juga: Gunung Sinabung erupsi enam kali semburkan debu 200-2.000 meter

Baca juga: Gunung Sinabung masih semburkan debu vulkanik


Personel TNI-Polri secara bersama-sama memantau situasi terkini kondisi Gunung Sinabung yang mengalami erupsi.
"Kita juga telah membuat jalur untuk menahan lahar dingin mengantisipasi adanya korban jiwa," ujarnya.

Yuli juga menjelaskan, TNI-Polri rutin membagikan masker kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) karena tebalnya abu vulkanik akibat semburan erupsi Gunung Sinabung.

Selain itu, personel TNI-Polri juga telah melakukan pembersihan jalan, dan rumah ibadah yang tertutup abu vulkanik.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki kawasan zona merah.Bahkan kita sudah menyiapkan lokasi pengungsian apabila kondisi Gunung Sinabung semakin memburuk," katanya.*

Baca juga: Gunung Sinabung erupsi lagi, Puskesmas Kabanjahe disiagakan 24 jam

Baca juga: Gunung Sinabung kembali semburkan debu setinggi 2.100 meter

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar