Corona masih mewabah, ASC Goweser kampanye bersepeda aman saat pandemi

id ahmad sahroni, sepeda, bandung

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni melalui komunitas sepeda binaannya bernama ASC Goweser mengkampanyekan tata cara bersepeda yang aman dan disiplin saat masa pandemi COVID-19 bersama komunitas pengguna sepeda Brompton asal Bandung, Bromlin, di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) Minggu (23/8/2020). (Antara/Ajat Sudrajat)

Bandung (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melalui komunitas sepeda binaannya bernama ASC Goweser, mengkampanyekan tata cara bersepeda yang aman dan disiplin saat pandemi COVID-19.

ASC Goweser bersama komunitas pengguna sepeda Brompton asal Bandung, Bromlin, mengkampanyekan bersepeda aman dan disiplin protokol kesehatan di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) Minggu.

Kegiatan bersepeda yang dimulai dari Jalan Riau dan berakhir di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung itu diikuti oleh sekitar 100 orang peserta dari kedua komunitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Penggemar sepeda gunung Lombok gelar upacara di atas bukit

“Seiring dengan masih mewabahnya COVID-19 di Indonesia, tujuan bersepeda bersama ini adalah untuk bersilaturahim dengan komunitas Brompton yang ada di Bandung, selain itu untuk mengkampanyekan tata cara aman dan disiplin bersepeda, serta yang pasti untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di masa pandemi,” kata Ahmad Sahroni.

Sahroni menjelaskan untuk bisa mengikuti kegiatan bersepada ini, para peserta harus terlebih dahulu dicek kesehatannya melalui tes cepat COVID-19 yang dilakukan di tempat.

Selain itu, lanjut Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem itu, penggunaan masker juga diwajibkan sepanjang acara.

Baca juga: Puluhan sepeda onthel di Medan meriahkan pawai HUT ke 75 RI

Baca juga: DKI bagikan buku saku agar masyarakat bersepeda dengan aman-bijak


“Mungkin ketika bersepeda dan jaraknya berjauhan maka maskernya boleh dibuka, tapi selain kondisi itu, masker harus terus digunakan. Itu juga kami tegaskan kepada para peserta kegiatan,” katanya.

Sahroni menjelaskan bahwa titik awal dan titik akhir dari kegiatan bersepeda dilakukan di lokasi luar ruangan dan luas, untuk memastikan jaga jarak berjalan dengan baik.

“Kita juga mewajibkan jaga jarak makanya titik kumpulnya nanti adalah di suatu kafe yang lokasinya luar ruangan sehingga posisi peserta bisa berjauhan. Pokoknya soal protokol kesehatan ini, kita tak main-main," kata Sahroni.

Baca juga: Dishub Kota Bandung: Hari bebas kendaraan bermotor belum bisa digelar

Baca juga: Jalur sepeda Kota Bandung akan diintegrasikan dengan skuter listrik


 

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar