KPU OKU luncurkan pilkada dengan protokol kesehatan COVID-19

id Launching Pilkada 2020, secara virtual, protokol kesehatan, KPU OKU, tamu undangan wajib pakai masker

KPU OKU luncurkan pilkada dengan protokol kesehatan COVID-19

KPU Kabupaten OKU menggelar launching pilkada dengan protokol kesehatan COVID-19, di Gedung Kesenian Baturaja, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Edo Purmana/20)

Baturaja (ANTARA) - KPU Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar peluncuran (launching) Pilkada Serentak 2020 di wilayah setempat secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kondisi sekarang ini masih pandemi, sehingga launching pilkada dilaksanakan secara virtual menerapkan protokol kesehatan," kata Ketua KPU OKU Naning Wijaya, di Baturaja, Minggu.

Dia mengemukakan, dalam kegiatan yang dihadiri KPU Provinsi Sumsel melalui video streaming dan pihak terkait lainnya tersebut, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti hanya menyediakan 250 kursi tamu undangan.

Selain itu, setiap tamu undangan yang datang juga diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak tempat duduk serta mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.

"Sebelum pintu masuk Gedung Kesenian Baturaja ini juga kami menyiapkan sabun dan tempat mencuci tangan serta cairan hand sanitizer," katanya pula.
Baca juga: DKPP rehabilitasi 11 anggota KPU-Bawaslu di Sumsel
 

Menurut dia, launching pilkada secara virtual ini baru pertama kali digelar dalam sejarah karena dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.

"Namun meskipun pilkada di tengah pandemi, kami siap melaksanakan seluruh tahapannya hingga 9 Desember 2020 mendatang," katanya pula.

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana melalui video live streaming berharap dengan dilaksanakannya launching Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten OKU Tahun 2020, dapat berjalan lancar dan sukses sesuai harapan.

"Meskipun masih dalam suasana COVID-19, namun kita harus bekerja sama dengan baik, terlebih petugas PPS sehingga dapat menghasilkan DPT yang akurat dan dapat ditetapkan," ujarnya lagi.
Baca juga: Pilkada di tujuh kabupaten Sumsel dinilai kurang sosialisasi


Pewarta : Edo Purmana
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar