Pelabuhan Klang dibuka kembali untuk pemulangan WNI

id Malaysia,Pelabuhan Klang

Pemulangan pekerja migran di Pelabuhan Barter Trade Asa Niaga, Klang, Negeri Selangor beberapa waktu lalu. ANTARA Foto/Agus Setiawan

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia membuka kembali Pelabuhan Barter Trade Asa Niaga, Klang, Negeri Selangor, untuk pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia ke Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatra Utara.

"Informasinya mulai dibuka Kamis (27/8) ini dengan harga tiket RM225 atau Rp792,700 termasuk pajak pelabuhan," ujar Sekretaris Diaspora Indonesia di Malaysia, Lukmanul Hakim, ketika dihubungi di Kuala Lumpur, Kamis.

Lukmanul bekerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur dan pemerintah setempat beberapa waktu lalu telah mengkoordinasikan pemulangan WNI ke Batubara dan Kota Tanjung Balai.

"Pemberangkatan seminggu sekali apabila kuota penumpang sudah memenuhi. Mereka juga diharuskan melakukan swap dan membayar kompaun (denda) bagi mereka yang tidak berdokumen," katanya.

Kantor Imigrasi Malaysia (JIM) dalam suratnya (11/8) kepada Asa Niaga Harbour City Sdn Bhd telah mengizinkan operasi pelabuhan untuk mengantar pulang WNI.

JIM menyatakan warga negara asing yang dibenarkan keluar saat Perintah Pergerakan Pemulihan (PKPP) adalah warga negara asing yang memasuki Malaysia dengan pas lawatan sosial dan telah kadaluarsa mulai Februari 2020 hingga kini tanpa daftar hitam, penduduk tetap.

JIM juga menyampaikan bagi warga asing yang menggunakan pas lawatan sosial dan ingin kembali masuk ke Malaysia ditangguhkan sementara waktu.

Pada kesempatan yang sama Kantor Kelautan Malaysia (JLM) juga mewajibkan semua penumpang menjalani pemeriksaan suhu sebelum menaiki feri, suhu badan harus kurang 37 derajat, memakai masker dan melakukan penjarakan sosial.

Mereka juga meminta pengusaha feri memastikan nahkoda dan kru aman dari COVID-19.

Baca juga: Jenazah seorang WNI tewas tertembak di Malaysia dipulangkan Kamis

Baca juga: Empat WNI dihukum empat tahun penjara di Johor Malaysia

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar