Marcus resmikan akademi bulu tangkis, gelar turnamen ganda putra

id bulu tangkis,pelatnas bulu tangkis,marcus fernaldi gideon,gideon badminton hall,ganda putra

Pebulutangkis nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon meresmikan Gideon Badminton Hall dan menggelar turnamen internal ganda putra dari pelatnas di Bogor, Jumat. (dokumentasi PP PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Pebulutangkis nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon secara resmi membuka akademi bulu tangkis miliknya Jumat dan menggelar turnamen internal yang secara khusus diikuti ganda putra dari pelatnas.

Pada turnamen di gedung Gideon Badminton Hall di Bogor, Jawa Barat ini peserta dibagi ke dalam delapan pasangan yang terdiri dari atlet senior dan junior.

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini menceritakan bahwa pembangunan akademi ini merupakan perwujudan mimpi sang ayah yang juga pelatih bulu tangkis, Kurniahu Gideon.

"Papa kan sangat hobi bulu tangkis, ingin punya 'hall' sendiri dan melatih. Jadi kami bangunlah gedung ini. Proses pembangunannya sekitar satu tahun. Nanti akan ada akademi juga untuk usia di atas enam tahun. Semoga bisa ramai dan bisa membuat bulu tangkis lebih populer lagi," kata Marcus dalam rilis PP PBSI, Jumat.

Selain menjadi akademi bulu tangkis, Gideon Badminton Hall juga bisa menjadi sarana latihan bagi umum.

Gedung ini terdiri dari empat lapangan VIP dan enam lapangan reguler, dan ditata dengan konsep yang modern. Gideon Badminton Hall juga dilengkapi dengan fasilitas gym yang cukup lengkap.

Dalam turnamen ini, delapan pasangan yang menjadi peserta kemudian bermain setengah gim dan saling bertemu. Pasangan yang berhasil mengumpulkan paling banyak kemenangan adalah juaranya.

Juara satu akhirnya diraih pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Bagas Maulana, diikuti oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Amry Syahnawi pada posisi kedua, dan posisi ketiga diduduki Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto.

Baca juga: World Tour bulu tangkis kembali Oktober dengan dua event di Denmark
Baca juga: Hendra Setiawan dan berkah di bulan Agustus

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar