IDI minta masyarakat terapkan protokol kesehatan secara ketat

id Protokol Kesehatan,IDI Malang Raya,Masker,Penggunaan Masker, COVID-19

IDI minta masyarakat terapkan protokol kesehatan secara ketat

Logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya. (ANTARA/IDI Malang Raya)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, guna menekan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.

Ketua IDI Cabang Malang Raya dr Djoko Heri mengatakan setidaknya ada empat hal yang harus diterapkan oleh masyarakat, khususnya pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, yang memiliki risiko terpapar virus Corona.

"Pertama, selalu gunakan masker dengan baik dan benar. Bukan hanya sekedar menggunakan masker saja," kata Djoko, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Djoko menjelaskan berdasarkan pengamatannya masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dengan benar. Kondisi itu, memperbesar risiko tertular atau menularkan COVID-19 ke orang lain.

Baca juga: Banjarmasin gelar apel dimulainya penegakan disiplin pakai masker

Baca juga: Satgas: Tegakkan hukum untuk disiplinkan masyarakat pakai masker


Selain itu, membuka masker untuk waktu cukup lama pada saat berbicara juga memiliki risiko tinggi. Sehingga, masyarakat perlu menggunakan masker yang baik dan benar, yakni menutup mulut dan hidung, jika pada saat melakukan aktivitas luar rumah.

"Menggunakan masker harus menutupi mulut dan hidung. Bukan sekedar mengenakan saja, atau dibuka sekian lama sambil berbicara," kata Djoko.

Selain menggunakan masker, lanjut Djoko, masyarakat juga diminta untuk disiplin mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir. Namun, jika tidak ada tempat untuk mencuci tangan, masyarakat bisa menggunakan cairan pembersih tangan untuk sementara.

Kemudian, pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, harus bisa menjaga jarak pada saat melakukan interaksi dengan orang lain, dengan tetap menggunakan masker dengan baik dan benar.

"Terakhir, mohon untuk tidak berkerumun. Kita lihat di beberapa tempat, banyak remaja masih berkumpul, dan tidak memakai masker. Penularan akan banyak terjadi," kata Djoko.

Tercatat di wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, ada sebanyak 2.381 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 178 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 1.653 orang dinyatakan sembuh.*

Baca juga: Seratusan orang tidak pakai masker di Cianjur diganjar sanksi

Baca juga: Wali Kota Surabaya blusukan ke pasar ingatkan warga pakai masker


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar