PUPR libatkan pengusaha lokal bangun infrastruktur "food estate"

id food estate,kementerian pupr,menteri pupr,kalimantan tengah,pengusaha lokal

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri) Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) meninjau kesiapan lahan pertanian yang akan dijadikan pengembangan 'food estate' di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). . ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan infrastruktur dasar dalam proyek food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah akan dimulai pada Oktober 2020.

"Major project di sini yakni pengembangan food estate di Kalimantan Tengah berupa padi dan singkong. Ini akan kami koordinasikan karena akan mulai Oktober ini," kata Menteri PUPR dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Rabu.

Pengembangan food estate untuk padi akan dikerjakan di atas lahan seluas 165 ribu hektare akan dilakukan di atas lahan aluvial eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Baca juga: Bangun "Food estate," Kementerian PUPR dapat kelebihan anggaran

Proyek pembangunan dilakukan dengan rehabilitasi saluran irigasi, pintu air dan jembatan serta membangun jalan akses. Namun, sejalan dengan pembinaan pengusaha lokal dalam penyerapan anggaran yang ada, Kementerian PUPR akan memberikan paket pekerjaan kepada pengusaha lokal.

"Untuk yang jalan-jalan itu packaging-nya (paketnya) kami atur semua. Itu hanya untuk pengusaha lokal, tidak ada pengusaha besar untuk masuk ke sana kecuali saluran irigasi," katanya.

Basuki menambahkan jika ada pengusaha besar ingin ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut, maka harus bekerja sama dengan pengusaha daerah dengan sistem KSO.

"Proyek jembatan juga porsi pengusaha daerah walaupun jumlah nominal uangnya cukup besar," imbuh Menteri PUPR itu.

Baca juga: Indef: proyek food estate jangan terfokus hanya pada beras

Sedangkan perluasan food estate di luar lahan eks-PLG seluas 60 ribu hektare akan ditanami singkong sebagai bahan cadangan pangan. Pemerintah akan menyiapkan jalan dan perumahan bagi pekerja dari kalangan TNI.

Sementara proyek food estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, akan dikembangkan untuk tanaman hortikultura. Kementerian PUPR akan menyediakan air baku, membangun sumur, dan drainase, serta membangun jalan akses.

"Tahun ini sudah akan dikembangkan 4 ribu hektare untuk hortikultura bersama Kementerian Pertanian," kata Menteri PUPR.

Baca juga: Mentan minta anggaran 2021 ditambah Rp10 triliun

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar