16 wartawan lakukan tes usap setelah meliput di KPU Agam

id berita agam,berita sumbar,tes usap

Ketua PWI Kabupaten Agam, Mursyidi sedang mengikuti tes usap di Puskesmas Lubukbasung, Selasa (8/9/2020) ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung, Sumbar (ANTARA) - Sebanyak 16 orang wartawan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat melakukan tes usap di Puskesmas Lubukbasung setelah melakukan peliputan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di KPU setempat pada 4 hingga 6 September 2020.

Ketua PWI Agam Mursyidi di Lubukbasung, Selasa, mengatakan mereka berasal dari pengurus PWI Agam 10 orang dan non PWI enam orang.

"Mereka melakukan tes usap setelah kontak dengan dua calon bupati yang dikonfirmasi positif COVID-19 dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19," tambahnya.

Baca juga: Presiden: Tak ada tawar menawar soal protokol kesehatan di Pilkada

Ia menyebutkan wartawan yang melakukan tes usap itu juga melakukan isolasi mandiri di Kantor PWI Agam, Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan di rumah mereka.

Isolasi mandiri itu dilakukan sampai hasil tes usap keluar untuk beberapa hari ke depan dan berharap hasilnya negatif.

Baca juga: Bawaslu Papua: Pasangan calon harus taati protokol kesehatan COVID-19

Ini dilakukan agar tidak kontak dengan keluarga, anak-anak dan tetangga.

"Selama isolasi mandiri, kami menerapkan protokoler kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan lainnya," ujarnya.

Baca juga: KPU Gorontalo akan 'tracking' sembilan bakal calon positif COVID-19

Petugas Laboratorium Dinas Kesehatan Agam Widia menambahkan pihaknya telah mengambil sampel tenggorokan mencapai ratusan sampel yang berasal dari klaster Pilkada.

Ratusan orang itu berasal dari KPU Agam, wartawan, kader PKS, Bawaslu, tim pemenangan pasangan calon dan lainnya.

"Pengambilan sampel itu kita lakukan selama dua hari pada Senin (7/9) dan Selasa (8/9). Sampel ini akan dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Selasa (8/9)," jelasnya.

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar