Bersama Kanada, RI majukan multilateralisme guna merespons COVID-19

id multilateralisme,kerja sama asean kanada,menlu retno marsudi,pertemuan menlu asean,pandemi covid 19

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers mengenai Pertemuan Menlu ASEAN-Kanada yang dilakukan secara virtual, Kamis (10/9/2020). (Handout Kemlu RI)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengajak ASEAN dan Kanada untuk memajukan kerja sama multilateralisme guna merespons COVID-19.

“Multilateralisme merupakan platform yang penting untuk menjawab tantangan dunia, sekali lagi, termasuk pada saat kita menghadapi waktu yang sulit seperti pandemi ini,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengenai Pertemuan Menlu ASEAN-Kanada yang diselenggarakan secara virtual, Kamis.

Sejak awal pandemi, Menlu Retno dan Menlu Kanada François-Philippe Champagne telah tergabung dalam kelompok koordinasi tingkat menteri untuk COVID-19, yang menggunakan pendekatan multilateralisme dalam merespons darurat kesehatan global tersebut.

Baca juga: Kanada soroti isu gender dalam dukung UMKM ASEAN di tengah pandemi
Baca juga: ASEAN dan Kanada adopsi rencana aksi 2021-2025 pada Agustus 2020


Dengan dilandasi semangat multilateralisme, Indonesia pada April lalu juga menginisiasi sebuah resolusi Sidang Majelis Umum PBB yang mendukung peran sentral PBB dalam merespons COVID- 19.

“Dalam kaitan ini pula, prinsip akses setara terhadap vaksin yang aman dengan harga terjangkau menjadi salah satu bagian penting dari prinsip multilateralisme di masa pandemi,” tutur Retno.

“Dan Indonesia mengajak Kanada untuk terus memberikan dukungan terhadap inisiatif seperti Global Allocation Framework within the COVAX Facility. Kita perlu terus mendukung multilateralisme termasuk di dalam upaya untuk memperoleh vaksin,” ia melanjutkan.

Dalam pertemuan tingkat menlu tersebut, Kanada juga menyampaikan komitmen 9,1 juta dolar Kanada (sekitar Rp103,3 miliar) untuk implementasi Plan of Action ASEAN-Canada 2021-2025, yang antara lain akan difokuskan pada kerja sama demokrasi, menangkal serangan siber, dan penanganan migran ilegal.

Isu lain yang diangkat Indonesia dalam pertemuan itu adalah pemberdayaan perempuan, termasuk dalam konteks pemulihan ekonomi.

Kanada telah mengimplementasikan Canada-OECD Project on ASEAN SMEs (COPAS) 2016- 2020 dengan nilai 11 juta dolar Kanada (sekira Rp124,9 miliar) untuk mendukung UMKM, termasuk yang dimiliki dan dijalankan oleh kaum perempuan di Asia Tenggara.

On bilateral note, kita menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kanada terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2538 yang diinisiasi oleh Indonesia mengenai perempuan dan misi perdamaian PBB,” tutur Retno.

Baca juga: Kanada optimis peluang FTA dengan ASEAN terus terbuka
Baca juga: Kanada salurkan 90.000 masker bedah senilai Rp47,3 M ke ASEAN


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar